Category Archives: istri/tunangan selingkuh

Istri/tunangan berhubungan seks dengan lelaki selain suami/tunangannya

Anissa 08 – Hubby dan Ayam

Copyright 2006, by Slutty Anissa

(Istri Selingkuh, Permainan Bertiga, Biseksual)

Dua minggu telah berlalu dari kejadianku di boardroom sore itu. Selama dua minggu ini aku sebelum pulang ke rumah mampir apartemennya Aldi dulu. Ya, aku telah menjadi budak nafsunya Aldi dan istrinya, Nadya. Setiap malam aku diperlakukan seperti pelacurnya Aldi.

Kadang-kadang aku beruntung diperbolehkan untuk menyepong penisnya Aldi sampai ia muncrat di tenggorokanku. Hari-hari lain, aku hanya boleh menonton bagaimana ia mengentot Nadya dan aku diperbolehkan membersihkan spermanya dari lubang-lubang istrinya yang cantik itu.

Beberapa kali aku benar-benar beruntung karena aku dientot oleh Aldi, walaupun kasar dan tidak mempedulikan orgasmeku. Aku juga jadi sedikit nyandu coccaine. Karena setiap kali aku datang kesana, selalu aku disuguhkan bubuk putih itu.

Namun, the worst thing is, aku belum berani juga cerita kepada Tom. Aku tahu ia sudah curiga, kalau aku punya affair, namun aku benar-benar takut kalau ia marah if he finds out that I’m a cum-loving slave for his friend, Aldi!

Hubunganku dengan hubby makin lama makin renggang. Sekarang Tom sering sekali pulang malam. Badannya selalu terlihat lemas seperti abis ngentot. Aku sudah ngira kalau dia suka makai ‘ayam’ bersama dengan teman-teman bule-nya yang lain.

Hari jumat yang lalu terjadi hal yang cukup gila juga menurutku. Seperti biasa aku pulang dari tempatnya Aldi sekitar pukul 10 malam. Malam itu aku sial. Aku hanya diperbolehkan menjilat-jilat kakinya Nadya sambil menonton bagaimana ia dientot oleh suaminya.

Aku neken coke cukup banyak malam itu. Jadi saat aku sampai rumah, aku sudah setengah sadar. Tom seperti biasa belum pulang. Tanpa mandi aku hanya membuka bajuku (aku selalu tidur naked!) dan ambruk di tempat tidur.

Kira-kira jam 4 pagi aku setengah terbangun mendengar tawa cekikikan seorang perempuan. Juga suara Tom yang berat.

“Oh my god! Who’s this?” tanya si cewek dengan logat indo yg jelas – pasti ‘ayam’, sempat terlintas di otakku yang masih burem.

“That’s my wife!” kata hubby-ku tertawa, “Don’t bother ’bout her. She’s fuckin’ stoned!”

Tom menidurkan pereknya di sampingku. Dengan posisiku yang menghadap ke jendela aku memunggungi dia. Aku tak kuat untuk bangun namun aku bisa mendengar Tom mengentotnya dengan kasar.

“Please, go slowly baby!”

Tom hanya mendengus. Memang Tom suka sekali ‘memakai’ cewek dengan kasar!

“Fuck baby, you hurt me! God! You split me open!”

Tiba-tiba tubuh cewek itu menekan ke punggungku. Toketnya yang besar dan kenyal terasa menempel di belakangku. Ia mulai menangis: “Please baby! Slower! My ass hurts!” Sentakan-sentakan Tom terasa di punggungku. Setiap kali ia memasukkan kontolnya ke anus pereknya, terasa toketnya menekan punggungku. Aku terfikir untuk bangun tapi aku terlalu lemas.

“Ahhhhrggg, tolong! Jangan! Jangan!” ia teriak-teriak tak karuan.

Karena tak tahan merasakan sakitnya perkosaan Tom di lubang pantatnya, ia mencengkramkan kuku-kuku jarinya yang panjang ke pundak dan toketku. Aku masih teringat mendengar Tom melenguh puas.

Besok paginya aku terbangun dengan sesosok wanita yang telanjang merangkulku dari belakang. Aku baru sadar bahwa ini adalah perek yang dibawa oleh suamiku tadi malam. Aku terduduk. Tom sudah pergi kantor.

Ada beberapa uang ratusan ribu di samping cewek itu di atas tempat tidur. Aku membelai rambutnya. Ia lumayan cantik buat seorang pelacur – sedikit ‘kampungan’ mungkin tapi masih sangat muda. Paling-paling baru 16 tahun. Ia berkulit hitam gelap, dengan muka khas Jawa.

Ada satu hal yang luar biasa di tubuhnya. Toket yang gede banget buat badannya. Aku penasaran. Aku remas toketnya tapi ia tidak bergeming. Aku cubit nipple-nya. Ia tetap diam. Mungkin ia terlalu capek buat bangun, pikirku.

Aku mulai horny melihatnya tak berdaya seperti itu. Aku membelai perut, pinggang dan pinggulnya, turun ke pantatnya. Ia begitu muda. Aku baru ingat, ia semalam disodomi sama Tom! Aku buka perlahan-lahan buah pantatnya dan terlihat lubang anusnya yang merah menganga. Cairan peju suamiku masih mengalir keluar dan menggenang di kasur.

Aku mulai memainkan memekku. Dua jariku dari tanganku satunya lagi aku selipkan ke dalam lubang anusnya. Setelah basah aku tusukkan jari-jariku tadi ke dalam memeknya. Badannya bergerak sedikit. Terasa sekali otot memeknya yang menjepit jari-jariku.

Aku baru sadar kalau di dekat memeknya banyak bekas cupang. Entah Tom, atau customer lain. Aku entot memeknya pelan-pelan dengan jari-jariku. Ia melenguh dengan lemas. Aku meludah ke memeknya. Jadi licin sekali! Aku masukkan 3, terus 4 jari. Aku suka sekali melihat memeknya yang muda itu menjepit dengan keras jari-jariku. Aku keluar-masukin lebih cepat lagi.

Aku melihat bagaimana lubang pantatnya tertekan dan sperma di dalamnya membusa keluar. Gemes aku rasanya! Horny sekali!

“Hari ini aku bakal bolos kerja nih kaya’nya,” pikirku. Aku memejamkan mataku dan kujulurkan lidahku ke dalam lubang anus yang penuh sperma di depanku….

TAMAT