Tag Archives: wanita dan anjing

Petunjuk Untuk Berhubungan Seks Dengan Anjing Jantan (Khusus Untuk Wanita)

Copyright 1999, by KHIS Mistress

Hal-hal yang sering ditanyakan (FAQ)

Ada beberapa jenis hubungan seks yang dapat dilakukan oleh seorang wanita dengan seekor anjing jantan. Jenis-jenis tersebut adalah: seks vaginal, anal dan oral.

1. Seks vaginal dengan anjing

Seks vaginal adalah seks dengan cara penetrasi penis anjing ke dalam vagina wanita. Bagaimana pun, melakukan hubungan seks dengan hewan khususnya anjing tidaklah sepenuhnya sama dengan melakukan hubungan seks dengan manusia. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda dikawini oleh seekor anjing jantan.

Salah satu hal utama yang harus Anda pahami adalah anatomi dari sistem reproduksi seekor anjing jantan. Penis seekor anjing tak seperti penis manusia. Bentuk, tekstur dan sensitivitasnya sangat berbeda. Pada saat terangsang, penis anjing yang terekspos pada umumnya berwarna merah menyala dengan pembuluh-pembuluh darah yang tampak jelas.

Saat tak tegang, penis seekor anjing mungkin akan tampak kecil (lebih kecil daripada penis seorang manusia) dan tersembunyi di dalam sarungnya. Akan tetapi, setelah terangsang, penis itu akan keluar dari sarungnya dan bisa membesar beberapa kali lipat bahkan melebihi ukuran penis rata-rata lelaki Indonesia (statistik lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bagian akhir artikel ini). Bahkan penis seekor anjing mungkin baru akan mencapai ukuran terbesarnya setelah ia berada di dalam tubuh seorang wanita. Jadi selama ia menyetubuhi seorang wanita, penis itu akan terus membesar di dalamnya.

Untuk lebih mengenalnya, cobalah Anda raba dan perhatikan penis seekor anjing mulai dari ujung depan sampai ke dasarnya di dekat biji zakarnya. Penis seekor anjing berbentuk tumpul dengan sedikit sudut atau tonjolan lancip di ujungnya. Sudut itu ada karena – tidak seperti manusia – anjing, tentu saja, tidak ada yang disunat. Biasanya penis anjing berukuran besar di ujung depannya, yaitu sekitar 2/5 bagian pertamanya, lalu sedikit demi sedikit menajam sampai Anda mencapai bengkakan atau gumpalan pada bagian dasar penis yang terekspos dan tak tersarungi.

Bengkakan atau gumpalan ini adalah kelenjar yang membesar pada dasar penis anjing, yang dipakai untuk melakukan ikatan atau jeratan antara seekor anjing jantan dengan seorang wanita atau seekor anjing betina selama berhubungan seks. Ikatan yang terjadi selama berhubungan seks itu adalah suatu hal yang alami dalam kehidupan seksual anjing maupun beberapa jenis hewan yang lain.

Ada pun maksud terjadinya ikatan ini adalah supaya sperma si anjing jantan yang telah disemprotkan tak banyak terbuang keluar dari dalam vagina sehingga memiliki waktu yang cukup banyak untuk mencapai sel-sel telur si wanita atau pun anjing betina yang dikawininya dan, dengan demikian, menghamilinya.

Pada seekor anjing German Shepherd, ukuran keliling normalnya adalah sekitar 7.5 sampai 9 cm, segenggaman tangan penuh. Gumpalan yang besar ini dapat ikut masuk ke dalam lubang vagina Anda sewaktu Anda berhubungan seks dengan seekor anjing dan akan menjadikan penis anjing itu sulit untuk dilepaskan dari tubuh Anda selama ia masih tegang dan mengeras. Keaadaan seperti itulah yang disebut sebagai terjadinya ikatan atau jeratan.

Jika Anda ingin berhubungan seks dengan seekor anjing jantan, paling tidak ada dua hal yang harus menjadi perhatian utama Anda, yaitu: gumpalan pada dasar penis dan penis os. Jika Anda membiarkan seekor anjing jantan menaiki dan menyetubuhi Anda, ada kemungkinan yang cukup besar Anda akan terikat dengannya – artinya gumpalan itu (juga dikenal dengan knot/simpul) akan masuk ke dalam lubang vagina Anda dan membuat Anda terjerat bersama anjing Anda.

Hal ini perlu Anda perhatikan karena Anda tak akan menjumpai keadaan seperti ini jika berhubungan seks dengan sesama manusia. Jika terjadi ikatan, setelah anjing Anda mengalami orgasme penisnya akan tetap mengeras dan sulit untuk dikeluarkan dari tubuh Anda. Anda harus menunggu selama 15 sampai 30 menit sampai ia dapat menariknya keluar. Sedangkan penis os adalah tulang yang ada di dalam batang penis seekor anjing.

Jika seekor anjing terangsang birahi yang meledak-ledak dan mulai memompa Anda dengan kencang dan penuh nafsu sehingga tak terkendali, Anda dapat tertohok olehnya. Dan jika Anda mengalaminya, percayalah, Anda tak akan bisa duduk dengan nyaman selama berhari-hari.

Setelah memperhatikan beberapa hal di atas, sekarang kita beralih pada bagaimana caranya Anda memulai hubungan seks dengan seekor anjing jantan. Posisi yang paling alamiah bagi seekor anjing adalah Anda berlutut membelakanginya sambil bertumpu dengan kedua tangan Anda, lalu biarkan anjing Anda menaiki atau menunggangi punggung Anda dan melakukan penetrasi ke dalam vagina Anda. Posisi ini dikenal luas sebagai “gaya anjing” (doggie-style) karena memang begitulah cara anjing maupun kebanyakan hewan lainnya menyetubuhi betinanya. Jika Anda ingin menjadi betina untuk seekor anjing dan disetubuhi olehnya, maka Anda pun harus mengikuti aturannya!

Untuk membuat seekor anjing menaiki dan menyetubuhi Anda, raihlah sarung penis anjing Anda dengan lembut dan gosoklah dasarnya, yang terletak dekat biji zakarnya. Anjing Anda seharusnya, pada saat itu, akan mulai memompa. Banyak anjing akan serta merta mencoba menaiki Anda saat itu juga. Ingatlah, jika ini adalah pengalaman pertamanya menyetubuhi seorang wanita, anjing itu akan memerlukan sedikit bimbingan dari Anda.

Bahkan beberapa anjing yang sudah sedemikian terlatih untuk mengawini wanita manusia tetap memerlukan bimbingan. Jika anjing Anda tak berusaha untuk menaiki punggung Anda, cobalah tarik dia ke atas dan tetap gosok penisnya saat ia berdiri di belakang Anda. Jika ia tetap tak mau menaiki punggung Anda, cobalah berbaring telentang, lalu angkat kedua kaki Anda dari atas tempat tidur atau sofa, dan biarkan ia berbaring di atas tubuh Anda, tepatnya di atas perut Anda dan cobalah dengan cara demikian. Begitu Anda telah membuatnya menaiki Anda, usahakanlah untuk membimbing penisnya masuk ke dalam alat kelamin Anda. Ingatlah, jika ia luput, penis os itu bisa menyakiti Anda.

Begitu penis anjing Anda telah berada dalam tubuh Anda, Anda dapat menyerahkan hampir semua sisanya kepada hewan itu. Mulai saat itu, ia akan memegang kendali atas diri Anda. Anda tinggal mengikuti apa saja yang dilakukannya terhadap diri Anda untuk memuaskan birahinya, dan menikmatinya. Jika selama berhubungan seks ia terjerat bersama Anda, adalah keharusan bahwa ia TIDAK menarik penisnya dari dalam tubuh Anda sampai birahinya turun dan penisnya mengecil kembali. Jika tidak, Anda bisa menjadi cerita yang menggemparkan di ruang darurat rumah sakit. Kecuali jika Anda memang menyukai ekhibisionisme (karena tertangkap basah melakukan hubungan seks dengan kekasih hewan Anda) dan sado-masochisme (karena mengalami penderitaan sebagai akibat hubungan seks) …. :-), tapi yang demikian sama sekali tidak kami anjurkan.

Setelah terjadi ikatan, seekor anjing mungkin akan berusaha berbalik sehingga Anda akan beradu pantat dengan pantat bersamanya. Ini adalah perilaku yang naluriah sifatnya. Jika ia mencoba untuk menarik penisnya keluar atau menjadi panik, genggamlah kakinya yang mana saja yang bisa Anda raih dan peganglah dia menempel tubuh Anda sehingga ia tidak keluar dari tubuh Anda. Adalah ide yang baik jika ada seseorang lain yang mendampingi Anda untuk berjaga-jaga saat Anda mengalami pertama kalinya terikat bersama seekor anjing.

Nah, sekarang Anda telah terikat dengan anjing Anda. Santailah, nikmatilah 15 sampai 30 menit kenikmatan dan keintiman bersama. Menurut sebagian besar wanita yang pernah mengalaminya, saat-saat seperti itu termasuk salah satu kelebihan utama jika Anda berhubungan seks dengan seekor anjing. Bayangkanlah, Anda terkunci bersama seekor hewan dalam posisi bersetubuh. Apalagi jika Anda melakukannya dengan doggie-style yang menunjukkan si hewan dalam posisi dominan dan Anda dalam posisi submisif. Lalu, karena ikatan itu, Anda tak mempunyai pilihan lain kecuali harus membiarkan si hewan mengosongkan seluruh spermanya ke dalam rahim Anda untuk berusaha membuahi sel-sel telur Anda yang subur.

Para wanita mengatakan bahwa tak pernah sebelumnya mereka merasa begitu dimiliki dan didominasi seperti itu. Pikiran seperti itu saja yang terlintas selama Anda menjalani ikatan bersama anjing Anda dapat mendatangkan serangkaian orgasme. Karena itu nikmatilah! Anda tak akan mendapatkan pengalaman seperti itu jika hanya berhubungan seks dengan sesama manusia.

Lalu, begitu penisnya mulai mengecil, biarkanlah anjing Anda menariknya keluar dari dalam tubuh Anda. Setelah itu mungkin ia akan menjilati vagina Anda. Biarkanlah ia melakukannya, dan nikmatilah!

Kebanyakan anjing jantan sangat senang jika diberi kesempatan untuk menaiki dan menyetubuhi Anda. Akan tetapi ada sebagian pula yang tak terlalu antusias. Tidak semua anjing akan mengalami ikatan ketika berhubungan seks dengan Anda. Tidak semua anjing juga akan berbalik membelakangi Anda selama ia terikat bersama Anda. Itu semua bergantung kepada tiap anjing.

2. Seks anal dengan anjing

Seks anal adalah seks dengan cara penetrasi penis anjing ke dalam lubang pantat wanita. Petunjuk yang sama seperti nomor satu dapat diterapkan untuk melakukan seks anal. Para wanita yang telah mempraktekkan seks anal dengan anjing jantan banyak memuji partner anjing mereka.

Hanya saja ada beberapa hal yang berbeda dengan seks vaginal yang harus Anda ketahui. Lubang pantat Anda tak mengeluarkan cairan sebagai pelumas alami dan, pada umumnya, lubang pantat Anda lebih kecil daripada lubang vagina Anda. Karena itu, pertama, Anda sebaiknya menyiapkan pelumas yang baik untuk menghindarkan terjadinya kelecetan akibat gesekan. Dan kedua, Anda pun harus mempersiapkan dengan baik kemampuan lubang pantat Anda untuk menerima penis seekor anjing yang cukup besar, terutama jika selama melakukan hubungan seks anal Anda mengalami ikatan bersama anjing Anda, yaitu gumpalan si anjing ikut masuk ke dalam lubang pantat Anda.

Jika ikatan itu terjadi dan Anda telah mempersiapkan diri dengan baik, Anda akan mengalami 15 sampai 30 menit kenikmatan dengan serangkaian orgasme. Jika sebaliknya, Anda akan berada dalam 15 sampai 30 menit penderitaan. Mulailah biasakan diri Anda menggunakan alat bantu apa pun yang dapat masuk ke dalam lubang pantat Anda. Alat bantu paling baik adalah dildo yang berukuran cukup besar. Tunggulah sampai Anda terbiasa dengan benda panjang yang paling sedikit berkeliling 7.5 cm berada di dalam lubang pantat Anda, sebelum Anda melakukannya dengan seekor anjing.

3. Seks oral dengan anjing; menerima

Seks oral (menerima) adalah seks dengan cara si anjing menjilati vagina wanita. Banyak anjing adalah penjilat alami yang akan menjilati apa saja dan akan terus menjilatinya. Namun ada pula anjing yang hampir tak pernah menjilat apa pun sepanjang hidupnya. Sekali lagi, anjing sebagai individu akan berperilaku berbeda dalam situasi yang berbeda-beda. Cara terbaik untuk mengetahui bagaimana anjing Anda akan bereaksi adalah dengan memberinya kesempatan. Jika anjing Anda tak seberapa antusias untuk menjilat, cobalah gunakan selai kacang atau mentega atau apa saja yang kira-kiranya disenangi oleh anjing Anda. JANGAN gunakan coklat atau produk-produk yang menggunakan coklat karena coklat dalam jumlah banyak dapat meracuni anjing. Para wanita yang mempraktekkannya telah memberikan kesaksian tentang kenikmatan yang didapat dari menerima seks oral dari seekor anjing.

4. Seks oral dengan anjing; memberi

Seks oral (memberi) adalah seks dengan cara penetrasi penis anjing ke dalam mulut wanita. Penis seekor anjing sangat sensitif, jadi hati-hatilah ketika memegangnya. Ketika diekspos, penis anjing bisa mengering jika tidak terus-menerus dibasahi. Untuk itu, Anda dapat menggunakan ludah Anda. Usahakanlah untuk tidak menggunakan tangan ketika melumasi penis anjing dengan ludah Anda. Bagaimanapun jika Anda langsung menggunakan lidah akan lebih menyenangkan :)

Untuk menaikkan birahi seekor anjing, gunakan proses yang sama seperti dijelaskan pada nomor satu di atas. Genggamlah gumpalan yang terselubung sarung di pangkal penisnya, dekat biji zakarnya, dan mulailah menggosok dengan tempo yang cepat. Anda akan dapat merasakan gumpalan yang Anda pegang akan semakin mengembang di dalam sarungnya dan Anda harus menarik kembali sarungnya sebelum gumpalan itu menjadi terlalu besar dan tak muat lagi. Jika tidak, anjing Anda akan merasa tak nyaman sampai ereksinya terpenuhi.

Ketika mengocok, Anda dapat membawa penis si anjing ke dalam mulut Anda ataupun terus saja menggosok-gosok di bagian gumpalannya. Anda harus berhati-hati jika memilih untuk membawa penis si anjing ke dalam mulut Anda, mengingat betapa sensitifnya organ itu. Anda harus tetap menjaga supaya penis anjing Anda tetap dapat keluar masuk dengan nyaman di antara gigi Anda. Ketika penis si anjing telah tegang dan mengeras sepenuhnya, bereksperimenlah!

Kebanyakan anjing hanya berdiri dan terengah-engah dengan senangnya ketika Anda menjilati, mengisap atau menggosoki penis mereka. Anda dapat berharap penisnya tetap tegang selama 5 sampai 15 menit rata-rata. Air mani anjing rasanya cukup enak, biasanya manis sedikit pahit, dan akan terus menyemprot sejak penisnya setengah mengeras serta keluar dari sarungnya, sampai ketika ia mulai balik lagi ke dalam sarung itu. Lihatlah daftar di bawah untuk mengetahui jumlah volume air maninya.

5. Seks oral dengan anjing jantan yang sudah disterilisasi

Mungkin suatu saat Anda hanya mendapatkan seekor anjing jantan yang sudah disterilisasi yang dapat diajak untuk berhubungan seks. Jika demikian, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui. Kebanyakan anjing yang sudah disterilisasi kehilangan ketertarikannya terhadap seks. Ada sebagian yang masih mampu mempertahankan setengah-ereksi untuk periode yang singkat dan mengejakulasikan cairan yang bercampur dengan cairan prostat.

Jika Anda bertemu dengan anjing jantan yang telah disterilisasi dan mencoba membantunya untuk bermasturbasi, hentikanlah jika ia tampaknya merasa tidak nyaman. Sebagian akan menikmatinya, tapi sebagian lagi tidak. Jangan berharap seekor anjing jantan yang telah disterilisasi akan berperilaku seksual seperti anjing jantan yang masih subur. Tidak demikian kenyataannya.

6. Dapatkah seorang wanita dihamili seekor anjing?

Secara umum, hampir tidak mungkin seorang wanita dihamili oleh seekor hewan. Ini disebabkan sperma hewan hampir tak memiliki kemampuan untuk membuahi sel telur seorang wanita, karena perbedaan spesies. Itu pula sebabnya para wanita bestialist (para wanita yang suka melakukan hubungan seks dengan hewan) tak pernah ragu-ragu untuk terjerat bersama kekasih hewannya selama melakukan hubungan seks dan membiarkan kekasih hewannya itu berejakulasi di dalam tubuh mereka tanpa mengenakan pelindung apa pun seperti kondom atau pil anti hamil.

Bagaimanapun, berdasarkan laporan-laporan tak resmi yang terkumpul sepanjang sejarah manusia, bukan hal yang mustahil pula hubungan seorang wanita dengan seekor hewan menghasilkan keturunan, walaupun kemungkinannya sangat kecil. Bahkan bagi sebagian wanita bestialist, kemungkinan seperti itulah yang mereka cari, untuk menunjukkan penyerahan diri yang total terhadap kekasih hewannya!

7. Apa yang terkandung di dalam air mani anjing?

(Bagian ini dikompilasi oleh Dogzoo (dogzoo@teleport.com))

Volume 7-10 cc dengan varian dari 0.5 s/d 20 cc persentase air 97% (yang tertinggi di antara semua hewan, sedangkan manusia hanya 90% atau yang terendah)

Kandungan: abu, protein, lipid, potassium, sodium, kalsium, magnesium, fosfor, besi, klorida, sulfur, asam amino, albumen, proteos, nukleoprotein, mucin, albumos, gumpalan lemak, thiamin, riboflavin, asam pantothenik, niacin, asam askorbik, vitamin C, enzym, dan fruktosa. Cairan prostat banyak mengandung alkalin, yang akan menetralisir asam di dalam vagina si wanita yang disetubuhinya. Biasanya anjing yang lebih besar akan memproduksi air mani yang lebih banyak daripada anjing yang lebih kecil.

Referensi: “Vet obstetrics and genital diseases”, S. Roberts, Edwards Brothers Publishing

8. Seberapa besar penis seekor anjing?

(Bagian ini dikompilasi oleh Dogzoo (dogzoo@teleport.com))

Tabel Ukuran dan Jenis
Jenis Panjang yang dapat digunakan (cm) Diameter (cm)
Cocker Spaniel 5.00- 7.60 1.27-2.54
Greyhound 6.35- 7.60 1.27-2.54
Bulldog 6.35-12.70 2.54
Dalmatian 7.60-11.40 2.54
Collie 10.20-12.70 2.54
Labrador 10.20-15.25 2.54
Irish Setter 10.20-15.25 2.54
German Shepherd 12.70-17.80 3.80
Great Dane 12.70-17.80 3.80
Saint Bernard 17.80-22.90 3.80-4.50
Mastiff 19 3.80-4.50
SEKIAN

Moci, Simpanse Tersayang

Copyright 2001, by 17th.com

(Wanita dan Simpanse, Wanita dan Anjing, Biseksual)

Namaku Herlin. Aku adalah seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan jasa kontraktor di Sorong, Irian Jaya. Ibuku dari Solo dan Papa dari Manado. Sudah hampir 4 tahun aku tinggal di Sorong, Irian Jaya. Tadinya aku sekedar ikut suamiku yang kebetulan Pegawai Negeri di Dinas Kehutanan yang dipindahkan bertugas di Sorong. Daripada menganggur, setahun setelah kami pindah aku melamar kerja dan ternyata diterima. Mas Johan, suamiku pun tidak keberatan kalau aku bekerja. Hitung-hitung cari pengalaman, katanya.

Kisahku ini mungkin agak menggelikan dan menjijikkan, tetapi ini bukan basa-basi loh..! Di kota yang terbilang indah tetapi sepi ini, aku mempunyai seorang teman akrab, Susan namanya. Susan itu istri Marcel, teman sekantor suamiku. Nah, jika suamiku dan Marcel sedang tugas di luar Sorong, biasanya Susan menginap di rumahku. Atau kadang aku yang menginap di rumahnya. Kami pun jadi sangat akrab seperti saudara. Maklum, kami juga sama-sama belum dikaruniai anak, jadi rasa senasib terasa benar di antara kami.

Cerita ini berawal saat bulan Juni 2 tahun lalu, Mas Johan dan Marcel, suami Susan dapat panggilan pendidikan di Denpasar. Kami pun memutuskan bahwa aku lah yang harus menginap di rumah Susan selama dua minggu. Hari-hari pertama tidak ada yang ganjil bagiku. Rumah Susan menyenangkan. Maklum suaminya yang hobi mengoleksi hewan langka begitu pandai menata rumahnya.

Ada dua binatang kesayangan Marcel yang juga kesayangan Susan. Blacky si anjing herder jantan dan Moci si simpanse, jantan pula. Blacky anjing yang pintar dan Moci pun Simpanse yang cerdik, jadi mereka tetap akur. Saking sayangnya Susan dan Marcel pada mereka, mereka dibiarkan terlepas tidak terikat, apalagi dikurung.

Nah, suatu sore, sepulang aku dari kantorku, aku langsung mandi. Susan yang katanya lagi kangen berat sama Marcel tengah asyik nonton VCD. Tidak tahu apa filmnya, tetapi yang jelas Susan suka drama yang romantis. Usai mandi aku menemani Susan menonton VCD. Tentu saja Moci dan Blacky setia menemani kami.

“Wuih seriusnya. Film apaan sih San..?” tanyaku.

“Dramanya Robert de Niro nih, Lin. Lagi seru. Eh, tadi si Ivon kemari ngasih titipan buat kamu, tuh ada di meja tengah..!” jawab Susan sekaligus memberitahuku kalau si Ivon memberikan titipan.

Ivon itu kenalan baruku, pemilik Salon Ivon. Dan ternyata yang dibawanya adalah titipan Mas Johan, VCD porno, he.. he.. he..!

“Apaan tuh Lin..?” tanya Susan saat aku membuka koran bungkusan VCD itu.

“Eh, ini San.. titipannya Mas Johan. Film BF..” jawabku sekenanya.

Tanpa basa basi, Susan langsung merebut 3 keping VCD porno itu dari tanganku.

“Kita nonton yuk..! Buat hiburan..” katanya.

Yah, sore itu 3 film BF kami lihat bersama-sama, Moci dan Blacky seperti biasa menemani kami di dalam kamar.

Malam harinya, setelah makan malam, rasanya aku mengantuk sekali. Aku pun langsung tidur. Aku terjaga sekitar pukul 12 malam, biasa, kebelet pipis. Eh, tiba-tiba aku sadar kalau si Susan tidak ada di sisiku. Kemana ya..? Ah, aku langsung saja ke kamar mandi untuk pipis. Setelah itu baru aku cari Susan. Aku mencarinya hingga ke dapur tetapi tetap tidak ada.

Aku sedikit tersentak ketika melihat bayangan di ruang kerja Marcel. Aku juga mendengar erangan Susan. Sepertinya lagi dilanda birahi yang sangat tinggi. Aku mendekat ke arah pintu ruangan itu, dan kuintip dari lubang pintu. Astaga, dalam keremangan itu aku melihat Susan yang sudah tidak berbusana tengah dicumbui oleh Moci, simpanse kesayangannya.

“Ohh.. hsst.. nggghh.. Moci sayankhhh..” ceracau Susan tidak karuan.

Moci yang tingginya sekitar 160 cm dan berbadan besar itu tengah mengarahkan mulutnya ke selangkangan Susan. Susan sendiri matanya terpejam dan mengangkangkan kakinya sambil tiduran. Ihh serem..!

Aktifitas Moci makin menggila. Susan dibopongnya dan dibantingnya kembali ke sofa sehingga posisi Susan jadi membelakanginya. Lalu.. wow..! Batang penis Moci yang sudah mekar membesar itu langsung disodokkan ke arah liang senggamanya Susan.

“Ahhh.. hhsst… ayoo Moci..!” perintah Susan. Bagaikan budak yang baik, Moci langsung memompa pantatnya maju mundur sehingga batang kemaluannya yang berbulu menerobos masuk keluar vagina Susan.

“Oarghhk.. rgggkkk..” Moci mengerang ganas.

Susan terpontang-panting, kepalanya bergoyang-goyang. Kupikir, pastilah Susan merasakan kenikmatan luar biasa dari penis Moci. Aku yang melihat adegan Moci dan Susan menjadi tidak kuasa menahan gejolak yang mulai menjalari tubuhku.

Ah.. bersetubuh dengan hewan..? Tanpa sadar aku meraba-raba sendiri payudaraku. Lalu tanganku menyusup ke selangkanganku yang memang sudah tidak terbungkus (kalau tidur aku memang malas pakai CD dan Bra).

“Ooohh.. nikmatnya..” sambil mataku tetap memandangi tubuh Susan yang tengah digagahi Moci.

Tapi tiba-tiba aku dikejutkan oleh jilatan-jilatan halus di betisku. Astaga.. si Blacky tengah menjilati betisku. Aku ingin marah tetapi saat itu aku merasa kenikmatan tersendiri dari lidah Blacky. Aku pun membiarkan Blacky menjilati betisku dan mataku kembali ke lubang pintu, melihat Susan dan Moci.

Susan kini sudah ganti posisi. Kulihat dia telentang di sofa, sementara Moci menggenjotnya dari atas.

“Teruuss, Moci sayang.. aku kenikmataaann niiih..!” desah Susan.

Pemandangan di dalam ruang kerja Marcel itu membat birahiku segera memuncak. Apalagi jilatan Blacky sudah mulai naik hingga ke belahan pantatku yang memang menjorok ke belakang, karena aku sedang mengintip. Blacky nampaknya tengah birahi pula, pikirku.

“Hiissst.. Blacckkiiih..” desahku tanpa sadar.

Blacky memang pintar menaikan birahiku. Daerah betis hingga belahan pantatku terus saja dijilati lidahnya yang berstruktur agak kasar. Lama-lama aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan Susan dan Moci.

Aku melangkah perlahan ke kamar tidur, sedangkan Blacky terus mengikutiku sambil menjilati pahaku. Kadang jilatan itu sampai juga ke vaginaku yang mulai berlendir. Aku duduk di tepi ranjang dengan kaki ternganga lebar. Kubiarkan Blacky kini menjilati vaginaku dengan leluasa.

“Lakukanlah Black.. aku milikmu sayang..!” rintihku.

Blacky semakin agresif menjilati vaginaku. Yang kurasakan saat itu tulang-tulangku seakan luluh lemas dan ingin segera menuju puncak kenikmatan.

“Ohhh.. Black.. sssttt.. yyeaahh..” desahku nikmat.

Kemudian mendadak Blacky berhenti beraksi.

“Grrrhhkkk..” dia menggumam seperti marah padaku.

Mulanya aku agak takut tetapi aku segera mengerti. Blacky rupanya ingin cepat-cepat menyetubuhiku. Aku pun segera turun dari ranjang dan merangkak membelakangi Blacky. Tidak lama kemudian Blacky mengangkat dua kaki depannya dan menekan pinggangku. Kini posisi kami layaknya sepasang anjing yang akan kawin.

“Auuhhhssstt.. ohhh..” desahku ketika merasakan ada benda yang agak kasar menerobos masuk di lubang senggamaku. Blacky memang sudah birahi dan langsung memompa kemaluanku dengan batang kemaluannya yang dua kali lebih besar dari milik Mas Johan suamiku. Vaginaku terasa sesak dan penuh oleh kemaluan anjing Herder itu.

Lima belas menit kemudian.

“Ohhh.. Blacky sayanggkkkhh.. aku keluar sayanghkkk..” teriakku histeris saat merasakan seluruh otot vaginaku berkontraksi cepat. Yaaa, aku orgasme. Tidak lama kemudian aku terkulai lemas seperti bersujud. Blacky masih aktif memompaku. Aku tersadar, kini posisi Blacky membelakangiku. Kami saling adu pantat, dengan kelamin bertemu (seperti anjing kawin itu lho).

Dalam keadaan tak berdaya, tiba-tiba pintu terbuka dan kudengar suara teriakan Susan.

“Ehh.. Herlin.. Kamuu..?” Susan kaget saat mendapatiku dalam posisi kawin anjing begitu.

Aku pun kaget tapi kupikir tak ada yang perlu disembunyikan. Aku tahu Susan pun melakukan hal yang sama dengan Moci.

“Kamu juga kan San..? Sama si Moci..?” jawabku kelelahan.

Susan pun tersenyum penuh pengertian.

“Mmmh, tadi kamu lihat aku ya…?”

Susan mendekatiku. Dibelainya rambut dan tubuhku yang masih nungging lemas tak berdaya. Tampak jelas ia mengamati dengan kagum penis Blacky yang terkunci di dalam vaginaku. Aku pun merasa tenang dan puas.

Ketika alat kelaminku dan Blacky akhirnya terpisah, aku dan Susan saling berciuman seperti sepasang kekasih. Padahal, sumpah, kami tak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya…! Karena sama-sama capek, kami berdua tidur berangkulan dalam kondisi bugil.

Paginya kami mandi berdua membersihkan sisa persetubuhan kami dengan hewan-hewan piaraan Susan dan Marcel. Awalnya Susan cuma pamit padaku saat akan pergi ke kamar mandi tapi, entah gimana, spontan aku berkata.

“San, kita mandi bareng aja yuk…?”

Susan cuma membelalakkan matanya sambil tersenyum lebar. Ia pun langsung mengiyakan dan menarik lenganku untuk bangun dari tempat tidur. Sambil mandi, tak lupa kami kembali saling bercumbu dan memuaskan hasrat seks kami. Kali ini Moci dan Blacky tentu saja tak ikut serta.

Sejak saat itu, selama dua minggu suami kami pergi pendidikan ke Denpasar, kami selalu dapat menuai kenikmatan dari binatang kesayangan Marcel dan Susan itu. Di samping kami berdua pun mulai menikmati hubungan lesbian kami. Yah.. hitung-hitung selingkuh tidak berisiko lah..!

TAMAT

Cerita Yang Mirip:

Nafsu Tabu Anjing Siluman

Copyright 2003, by Mario Soares

(Paranormal – Wanita dan Anjing Siluman, Selingkuh)

(Telah dimuat di Tabloid ‘GHAIB’ edisi 103, 29 Maret – 04 April 2003)
Ratri adalah seorang ibu muda berusia 23 tahun yang tinggal di sebuah desa kecil di bagian selatan Jawa Barat. Ia mengikuti suaminya yang bertugas di sana. Ia sendiri sebenarnya sejak kecil sampai kuliah terbiasa hidup di kota besar.

Pekerjaan suaminya sebagai aktivis sebuah LSM yang menangani community development mengharuskannya pergi ke pelosok-pelosok. Karena itu, wajarlah jika dalam seminggu Ratri harus ditinggal pergi oleh suaminya minimal selama tiga hari. Itu pun sudah lumayan karena Ratri telah memutuskan mengikuti suaminya untuk tinggal di desa yang masih berada di dalam wilayah kerja suaminya. Dengan demikian, perpisahan antara mereka berdua dapat diminimimalkan.

Di desa itu, mereka menempati sebuah rumah sederhana yang disewa dari penduduk setempat. Daerah yang mereka huni masih cukup terbelakang dan belum dimasuki oleh listrik. Suasana yang sepi dan tetangga yang letaknya cukup berjauhan sebenarnya cukup membuat Ratri merasa tersiksa namun apa hendak dikata. Sebagai seorang istri, ia merasa wajib mengikuti suaminya ke mana pun ia pergi.

Saat-saat yang menyenangkan tentu saja adalah ketika mereka berdua saja di rumah mereka yang terpencil itu dan melakukan kegiatan suami istri. Maklumlah, mereka baru saja menikah beberapa bulan sebelumnya. Jadi boleh dikata masih pengantin baru. Belum adanya kehadiran anak-anak membuat kegiatan seksual menjadi hiburan utama mereka saat bersama-sama. Sayangnya kegiatan itu tak dapat mereka lakukan terlampau sering disebabkan kesibukan tugas sang suami.

Kebahagiaan rumah tangga mereka tampaknya akan terus berlanjut, sampai satu ketika datanglah ujian menimpa diri Ratri. Tempat tinggal mereka yang terpencil ternyata sebenarnya merupakan tempat yang cukup angker dan menyimpan misteri-misteri gaib. Kejadian berikut merupakan bukti hal tersebut.

Malam itu, sekitar pukul delapan, Ratri bersiap-siap untuk pergi tidur. Di desa kecil, waktu seperti itu sebenarnya sudah terbilang sangat larut. Ia hanya sendirian saja di rumah. Suaminya telah pergi pagi tadi dan baru akan kembali esok sorenya. Penerangan yang ada hanya berasal dari dua buah lampu tempel yang berbahan bakar minyak tanah.

Ratri mengenakan gaun tidurnya yang berwarna putih. Senada dengan warna kulitnya yang juga putih bersih. Seperti biasa, ia mengunci seluruh pintu termasuk pintu kamar tidurnya. Setelah membersihkan tubuh dan menyisir rambutnya, ia menyiapkan tempat peraduannya.

Baru saja ia berada di pinggir tempat tidur, tiba-tiba dirasakannya seolah udara di dalam kamar berubah menjadi dingin. Ratri terdiam sejenak mengalami perubahan yang mendadak itu. Tak bisa dihindari, bulu tengkuknya serasa seperti berdiri.

Sambil gemetar, matanya menyapu seisi kamar. Penerangan yang ada tak terlampau banyak. Karena itu ia memicingkan matanya menatapi pojok-pojok kamar yang gelap. Sampai pada suatu pojok, entah mengapa pandangan Ratri seperti terhenti. Seolah ada sesuatu di sana….

Ya, seperti ada sesuatu di sana… Ratri tak yakin apa… tapi jantungnya serasa berdebar-debar. Ia menunggu, akankah terjadi sesuatu?

Dari dalam kegelapan, tiba-tiba muncullah sesosok hewan besar berkaki empat. Ratri terkejut dan merinding. Dari manakah datangnya makhluk itu? Saat itu ia berada di dalam kamar tidur berukuran 4×4 meter yang tertutup rapat semua pintu dan jendelanya. Ia sangat yakin tak ada lubang yang terbuka untuk masuk ke kamar itu, selain lubang-lubang ventilasi yang ukurannya sangat kecil.

Sosok makhluk itu semakin mendekati ibu muda yang duduk ketakutan di pinggir tempat tidur itu. Makin lama, di bawah temaram lampu tempel, makin jelaslah sosok makhluk itu. Ternyata ia berwujud seekor anjing raksasa berwarna hitam legam. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada ukuran seorang laki-laki dewasa normal. Sorot matanya tajam berwarna kemerahan, seperti sepasang mata setan…

Dari mulutnya yang dihiasi gigi-gigi tajam, keluar geraman-geraman halus diiringi air liur yang menetes pelan.

Ketakutan yang sangat mencekam meliputi diri ibu muda itu. Ternyata ia tidak sendirian di dalam kamar itu. Ada makhluk besar menakutkan yang dapat muncul secara gaib. Ratri yakin makhluk itu bukanlah seekor anjing biasa. Mungkinkah ia jin atau sebangsa makhluk gaib lainnya yang menjaga rumah itu? Sosok anjing hitam yang begitu menakutkan itu kini tampak mengancam persis di hadapannya.

Anehnya, kemudian seperti ada sesuatu yang membisiki atau mengilhami pikiran Ratri. Untuk mengatasi ketakutannya, tangan ibu muda itu perlahan menggapai tali gaun tidurnya dan melepaskannya dari pundaknya. Lalu diloloskannya gaun tidurnya dari tubuhnya. Semuanya itu seolah dibimbing oleh suatu kekuatan gaib. Karena sambil ketakutan, Ratri melakukan itu secara perlahan-lahan. Sementara itu matanya tetap mengawasi anjing hitam raksasa yang ada di hadapannya.

Kejadian aneh segera menyusul tindakannya itu. Ternyata seiring dicomotinya gaun tidur dari tubuhnya, Ratri mulai merasakan rasa takutnya perlahan sirna, berganti dengan suatu perasaan nyaman yang aneh dan tak tergambarkan… Sampai ketika ibu muda itu telah dalam kondisi bugil, rasa takutnya pun hilang sama sekali. Hanya saja, ia seolah terpaku duduk di pinggir tempat tidur tanpa bisa bangkit sama sekali.

Tubuhnya yang bugil serasa merinding. Kini bukan karena ketakutan ataupun kedinginan. melainkan seolah ada gairah yang mengaliri sekujur tubuhnya. Dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun. Seperti aliran listrik yang membawa sensasi tersendiri…

Getaran itu semakin tinggi ketika anjing siluman itu perlahan mendekatinya. Tanpa terasa, sosok hitam legam itu telah begitu dekat dengannya. Ia kini berada di antara kedua paha mulus ibu muda itu yang seolah mengangkang begitu saja membukakan jalan.

Kejadian selanjutnya sangat mengejutkan dan tak pernah dibayangkan sama sekali oleh ibu muda yang cantik itu…. Anjing itu ternyata menjulurkan lidahnya yang panjang dan mulai menjilati selangkangan Ratri yang terbuka…

Ratri tersentak dan menjerit karena kaget tapi seolah tak bisa bergerak atau pun menolaknya. Akhirnya dibiarkannya saja makhluk itu melakukan kegiatannya selama beberapa lama.

Efeknya tentu saja ibu muda itu akhirnya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Gerakan-gerakan lidah makhluk siluman itu begitu liar mengaduk-aduk gua kenikmatan yang ada di hadapannya. Tak lama, selangkangan Ratri telah basah kuyup. Ratri tak kuasa menahan erangan-erangan yang otomatis keluar dari mulutnya.

Pada puncaknya, Ratri merasakan sekujur tubuhnya lemas seperti tak bertulang. Nikmat yang luar biasa menjalari sekujur tubuhnya. Sambil mengerang panjang, badannya lalu terhempas ke belakang ke tempat tidur yang empuk. Pikiran dan kesadarannya seolah melayang ke awang-awang.

Selang beberapa saat, barulah Ratri bisa mengendalikan kembali kesadarannya. Perlahan, dengan tangannya ia mampu mengangkat badannya dari atas kasur.

Dilihatnya anjing setan itu masih saja berdiri di dalam keremangan di hadapannya. Lidahnya yang lebar dan panjang tampak menjulur. Air liurnya tampak menggantung dari mulutnya. Tatapan matanya yang tajam berwarna merah menyala saja yang membuatnya jelas berbeda dari seekor anjing biasa. Siluman itu terus menatap tajam pada Ratri yang baru saja bisa mengendalikan diri sehabis mengalami orgasme.

Ibu muda itu jadi bingung akan apa yang harus dilakukannya selanjutnya. Tatapan mata siluman itu seakan menyampaikan suatu makna padanya. Ratri secara samar sepertinya bisa menangkapnya, tapi ia pun tak begitu yakin.

Karena anjing siluman itu diam saja, Ratri lalu berinisiatif mengambil posisi nungging dan bertumpu dengan kedua punggung tangannya di tempat tidur. Ia tak tahu pasti mengapa ia melakukan hal itu. Semuanya dilakukan secara naluriah saja. Ibu muda itu lalu menunggu dengan harap-harap cemas. Sebentar kemudian, barulah ada reaksi dari anjing siluman itu. Legalah hatinya ketika anjing itu tiba-tiba naik ke atas tempat tidur lalu menaikkan kedua kaki depannya ke pinggul Ratri dan mencengkeramnya. Sementara kedua pinggul mereka pun bersatu…

Anjing siluman mencampuri seorang ibu muda

Anjing siluman mencampuri seorang ibu muda

Ratri tak habis pikir bagaimana ia bisa menyerahkan dirinya begitu saja kepada makhluk itu. Akan tetapi memang demikianlah kejadiannya. Secara spontan, terjadilah persetubuhan antara ibu muda yang cantik dan makhluk siluman berwujud anjing hitam itu.

Ratri merasakan sensasi yang sangat berbeda dibandingkan bila bersetubuh dengan suaminya sendiri yang manusia. Bentuk dan perilaku alat kelamin makhluk itu sendiri sangat berbeda dari milik manusia. Kejantanan makhluk itu terasa semakin membesar dan membengkak sewaktu telah berada di dalam tubuhnya. Belum lagi suhunya yang terasa begitu panas…

Ada satu lagi kejadian menarik yang baru kali itu dialami Ratri. Setelah anjing siluman itu mengalami orgasme, rupanya ia tak dapat begitu saja terpisah dari tubuh ibu muda itu. Hal itu disebabkan alat kelamin makhluk itu telah tumbuh membesar di dalam tubuh Ratri sehingga tak mudah untuk ditarik begitu saja. Ratri sudah sering melihat bagaimana kalau dua ekor anjing kawin. Rupanya kini ia pun dapat mengalaminya sendiri… Luar biasa…

Setelah lima belas menit, ketika kejantanan anjing siluman itu telah cukup menciut, barulah tubuh mereka berdua dapat terpisah. Ratri merasakan kepuasan yang luar biasa dari persetubuhan itu. Bukan hanya sekali, melainkan serangkaian orgasme telah didapatkannya selama melakukan persetubuhan yang tabu itu… Keletihan dan kenikmatan yang menjadi satu akhirnya mengantarkan ibu muda itu ke dalam tidur yang lelap…

Ketika Ratri bangun keesokan harinya, didapatinya bahwa anjing siluman itu telah raib entah ke mana. Sinar matahari tampak menembus lubang ventilasi. Pintu dan jendela pun masih rapi terkunci dari dalam.

Apakah kejadian semalam hanya mimpi? Rasanya tidak. Ratri menemukan vaginanya basah oleh cairan tubuhnya yang bercampur dengan cairan mani makhluk itu. Demikian pula seprai putih tempat tidurnya basah kuyup dan acak-acakan. Tidak, kejadian malam itu benar-benar nyata…

Pagi itu Ratri segera membersihkan tubuhnya dan mencuci seprainya sambil tak habis-habisnya memikirkan kejadian semalam. Ada semacam perasaan takut yang bercampur dengan perasaan rindu dan penasaran.

Akhirnya, kejadian pada malam itu terulang lagi pada malam-malam berikutnya. Setiap kali suaminya pergi bertugas, anjing siluman itu pun muncul secara gaib ke kamar tidur Ratri untuk menagih jatahnya…

Ratri pun senang saja melayani kekasih barunya itu. Apalagi ia sangat kesepian saat ditinggal pergi sendirian oleh suaminya. Tak terlintas dalam pikirannya rasa jijik karena harus melayani makhluk gaib yang berwujud seekor anjing. Yang nyata terbayang adalah kenikmatan luar biasa yang tidak didapatnya dari suaminya sendiri.

Selang beberapa waktu, Ratri pun mulai mengalami terlambat bulan. Melalui pemeriksaan, akhirnya dipastikan bahwa ibu muda itu mengandung anaknya yang pertama. Perutnya pun dari minggu ke minggu semakin membuncit. Suaminya tentu saja senang bukan main, walaupun karena tuntutan tugasnya, tetap saja ia harus sering meninggalkan istrinya tercinta.

Anehnya, sejak saat itu, anjing siluman itu seolah mulai jarang mengunjungi Ratri. Bahkan akhirnya jadi tak pernah sama sekali ketika usia kandungannya telah menginjak bulan ketujuh. Bagaimanapun, saat itu kemampuan Ratri untuk beraktivitas seksual pun mulai terbatas. Kebutuhannya yang tak terlampau banyak itu sudah bisa dicukupi oleh suaminya sendiri sehingga ketidakhadiran kekasih gaibnya tak terlalu dirisaukannya.

Ratri pun semakin berhati-hati dalam menjaga kandungannya. Apalagi pemeriksaan dan kontrol secara medis agak sulit didapatkan di tempat seperti itu. Yang ada paling hanya bidan atau dukun beranak.

Sayang sekali, kisah bahagia itu kemudian harus berakhir ketika pada bulan kesembilan kehamilannya, Ratri mengalami suatu kejadian misterius. Janin yang ada di dalam kandungannya seolah raib tanpa bekas. Pagi itu, ketika terbangun dari tidurnya, ibu muda itu merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya. Terkejutlah ia ketika disadarinya bahwa perutnya yang sedang hamil tua itu ternyata telah kempes…

Ke manakah hilangnya kandungannya? Peristiwa itu tentu saja menggegerkan masyarakat di sekitarnya. Ratri sampai jatuh sakit selama beberapa hari karena kejadian itu.

Akhirnya, dari hasil penerawangan seorang paranormal di daerah itu, diperkirakan bahwa janin yang ada di dalam kandungan Ratri sebenarnya adalah hasil dari hubungannya dengan suatu makhluk dari alam gaib. Ketika usia kandungannya telah mencukupi, maka bayi hasil hubungan itu pun diambil secara gaib oleh ayah kandungnya untuk dibawa ke alamnya.

Ratri dan suaminya tentu saja terkejut dan sedih mendengarnya. Untunglah suami Ratri sangat pengertian dalam menghadapi musibah yang menimpa keluarga mereka dan tidak mengambil tindakan yang negatif atau pun sembrono. Dengan setia dihiburnya istrinya yang tampak sangat terpukul dengan kejadian itu.

Beberapa waktu kemudian, untuk melupakan hal itu, Ratri dan suaminya memilih untuk pindah dari desa tempat mereka tinggal. Kebetulan suaminya mendapatkan pekerjaan yang lumayan di kota.

Di tempatnya yang baru mereka pun memulai lagi kehidupannya dari awal. Segala suka dan duka mereka lewati bersama. Tak lama kemudian, Ratri pun hamil kembali, kali ini benar-benar oleh suaminya yang sah. Karena sikap yang positiflah akhirnya mereka dapat meraih kembali kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Empat tahun telah berlalu sejak kejadian itu dan kini keluarga mereka telah dikaruniai dua orang putra-putri yang lucu-lucu.

(Seperti diceritakan Ratri kepada Rio)

TAMAT

Cerita Yang Mirip:

Betina untuk si Bruno

Copyright 1998, 1999, by Phil Phantom & KHISmistress

(Wanita dan Anjing, Berbagi Istri)

Kehidupan bersama Beni memang membosankan, secara seksual maksudnya. Beni sebenarnya seorang yang baik dan bertanggung jawab. Semua kebutuhan rumah tangga telah dipenuhi olehnya sehingga aku tak perlu bekerja. Kenyataannya, itu justru menjadi bagian dari masalahku. Sebagai seorang wanita berusia 22 tahun tanpa anak, yang menikah dengan seorang pria pekerja yang konservatif berusia 35 tahun, membuatku mempunyai sangat banyak waktu untuk berkhayal macam-macam. Aku juga mempunyai sangat banyak waktu untuk bermasturbasi.

Jika mau berusaha, mungkin aku bisa saja mencari seorang kekasih gelap. Aku memiliki wajah dan tubuh yang lebih dari cukup untuk kupakai guna menarik lelaki mana pun yang aku mau, tapi aku tak pernah melakukannya. Alasan utama untuk tak melakukan hal semacam itu adalah karena pendidikan moral yang sangat ketat yang kuterima sejak kecil. Aku menjalani masa kecilku dalam sebuah keluarga Katolik yang taat di pedalaman Jawa Tengah. Walaupun ibuku orang Belanda, namun beliau sangatlah puritan.

Keadaan di tempat tinggalku sekarang tidak lebih baik, tapi paling tidak tak ada seorang pun yang mengenalku di sini. Kami tinggal di daerah yang asalnya direncanakan sebagai kota baru di luar kota Jakarta. Krisis moneter menyebabkan pembangunan kota baru ini terhenti total. Perusahaan pengembangnya pun telah bangkrut, padahal pembangunannya belum lagi mencapai 15% dari rencana semula. Rumah mungil kami terletak di lingkungan yang terpencil dekat sebuah pabrik. Hanya sedikit orang di sini yang berhubungan dengan tetangganya. Kebanyakan tetangga kami bekerja di pabrik itu, sedangkan suamiku bekerja di Jakarta. Mereka tak bersosialisasi dengan ‘orang luar’ seperti kami. Rumah-rumah di sini terpisah cukup jauh satu sama lainnya. Hanya ada satu rumah yang terletak tepat di seberang rumah kami. Rumah itu pun sudah lama kosong.

Ketika rumah itu akhirnya ditempati oleh sepasang suami isteri, aku merasa kegirangan. Kuputuskan untuk melakukan usaha supaya dapat bertemu mereka. Mereka adalah pasangan tua. Usia mereka sekitar 50-an, tapi aku selalu dapat bergaul dengan orang-orang yang lebih tua. Nampaknya mereka baik dan ramah. Mungkin mereka ingin menghabiskan masa pensiunnya di tempat yang terpencil ini. Kupikir mereka bisa menjadi sahabat yang baik.

Setelah suamiku berangkat ke kantor, aku berdandan dan mengenakan gaun satu potong yang berukuran mini. Udara di sini memang panas. Setelah mengumpulkan segenap keberanian, kuambil sekeranjang buah-buahan yang telah kusiapkan dan menuju rumah mereka. Bawaanku lumayan berat sehingga aku harus memegangnya dengan kedua tanganku.

Ketika si suami membukakan pintu, kuucapkan salam dan kuperkenalkan diriku. Lelaki itu memintaku menunggu sebentar lalu menutup pintu persis di depanku. Aku berdiri tertegun mendapatkan sambutan seperti itu dan merasa sedikit tersinggung.

Aku menunggu beberapa menit. Baru saja aku hendak beranjak pergi, ketika pintu kembali terbuka dan mereka berdua berdiri di sana mempersilakanku untuk masuk. Aku tersenyum sambil melangkah masuk, berharap seseorang mengambil keranjang buah dari tanganku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu masuk ke dalam rokku dari arah belakang. Sesuatu yang basah menyentuh paha bagian dalamku, dekat selangkangan. Ketika jilatan hangat dari lidah yang basah menjalari selangkanganku, barulah aku sadar kalau mereka memiliki seekor anjing. Anjing yang besar. Anjing yang besar dan cabul. Aku tak habis pikir, mengapa mereka tak menempatkan hewan yang nakal seperti itu di luar sebelum mengundang seorang wanita masuk ke dalam rumah mereka.

Aku berusaha untuk tak gelagapan dengan harapan si istri melihat apa yang terjadi dan menolongku. Sayangnya ia tampaknya malah sibuk mengagumi buah-buahan yang kubawa. Akhirnya aku menggeserkan sedikit badanku sehingga seharusnya ia dapat melihat di mana anjing miliknya meletakkan kepalanya. Akan tetapi ternyata ia bersikap seolah-olah tidak melihatnya, dan kenyataan itu benar-benar menggangguku. Sementara itu, tanganku mulai terasa pegal dan lututku terasa lemas.

Si anjing pindah ke hadapanku dan mulai mengendus-endus ke dalam rokku lagi. Kali ini ia menempelkan moncongnya ke klitorisku yang serasa membara dan menjilatinya dengan lebih keras lagi. Kali ini aku benar-benar yakin, pasangan ini mengetahui tingkah laku anjingnya, karena mereka justru memberi ruang bagi si anjing untuk mengakses diriku. Selama tanganku memegang keranjang, aku tak dapat berbuat apa-apa dan sepenuhnya berada di dalam kendali anjing mereka, dan mereka sengaja membiarkan itu terjadi! Kenyataan itu serasa menyiramkan aliran listrik yang menggetarkan seluruh urat syarafku. Mereka membiarkanku menyesuaikan diri dengan jilatan-jilatan cabul anjing mereka dengan mengajakku ngobrol sekedar berbasa-basi, dan aku pun melayaninya!

Beberapa menit berlalu sudah. Ketika mereka melihat bahwa aku tak menunjukkan tanda-tanda akan kabur ke arah pintu, si istri mengambil keranjang buah itu dari tanganku. Tinggallah aku berdiri di hadapan mereka dengan kepala anjing mereka bergerak-gerak dengan kencangnya di dalam rokku. Saat itu juga aku menginginkan keranjang buah itu kembali karena aku tak tahu apa yang harus kuperbuat dengan kedua tanganku.

Aku harus melakukan sesuatu, maka kudorong kepala anjing yang sedang birahi itu. Sedikit menunjukkan penolakan rasanya merupakan tindakan yang tepat dalam situasi seperti itu. Usaha itu sia-sia. Aku tahu wajahku sudah seperti udang rebus, namun pertolongan dari pasangan itu tak kunjung datang. Aku bahkan bisa melihat mata mereka terfokus pada selangkanganku dengan seringai gembira ketika ujung rokku terlempar ke atas pada setiap sentakan kepala anjing mereka.

Aku tak tahu harus berbuat apa. Perlahan, aku berhenti melawan. Lidah anjing itu membuatku gila. Sentakan-sentakan dari daging lembut panjang yang basah dan hangat itu membawaku ke puncak kenikmatan. Aku tak ingin jilatan-jilatan yang nikmat itu berhenti. Sandra dan Parulian Simanjuntak, pasangan suami istri itu terus mengajakku ngobrol seolah-olah tak ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi. Aku pun tetap melayani mereka. Situasi ini menambah rangsangan pada diriku. Mereka memainkan semacam permainan denganku dan aku mulai menyukai permainan ini.

Setelah puas ngobrol, Sandra mendekatiku dan menawariku untuk duduk. Dia memeluk pundakku dan membimbingku ke sofa.

Aku melangkah dengan hati-hati supaya tak mengganggu aktifitas anjing mereka. Ketika aku terduduk, anjing itu segera membuatku terkejut. Anjing labrador hitam yang besar itu mencengkeram paha kananku yang terbuka dan mulai memompa kemaluannya seolah-olah sedang bersetubuh dengan seekor betina. Aku dapat merasakan penisnya yang panjang dan tebal bergerak menggesek-gesek kaki mulusku yang telanjang. Sandra dan Parulian duduk mengapitku sementara anjing mereka terus mengunci kakiku dan memompanya.

Kepala anjing itu berada tepat di atas payudara kananku, air liurnya menetes ke atas dadaku yang terbuka. Sekilas aku menengok ke bawah dan melihat penis yang besar dan merah menyala bergesekan dengan kaki bagian dalamku. Penisnya terasa begitu panas, licin dan keras.

Parulian menepuk-nepuk kepala anjing itu. Dia sebenarnya mengarahkan kepala anjingnya sehingga lidahnya terus-menerus meneteskan air liur tepat di antara belahan dadaku. Posisi wajahku berada sangat dekat dengan mulut anjing itu. Aku dapat merasakan hembusan nafas anjingnya menerpa wajahku. Air liurnya pun kadang terpercik ke mukaku. Kejadian ini benar-benar porno dan cabul, tapi sekaligus juga merangsang birahiku. Aku berusaha keras menahan keinginan untuk mengisap lidah anjing itu yang tergantung-gantung. Akhirnya anjing itu menyemprotkan air maninya dalam jumlah yang besar ke sekujur kaki kananku.

Anjing itu menjilati mukaku sementara otot-otot mulutku mengendur. Lidahnya menyusup masuk ke dalam mulutku, membuatku terkejut. Ia berulang-ulang menjilati bagian dalam mulutku, sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh seekor anjing pun terhadapku. Aku membiarkannya melakukan apa pun yang diinginkannya. Dengan sadar kubiarkan mulutku tetap terbuka untuk meneruskan french kiss yang tak lazim ini.

Sandra berkata, “Menyenangkan ya, sayang? Bruno kini memiliki seorang teman wanita.” Bruno, anjing itu, lalu melepaskan kakiku yang basah kuyup karena air maninya. Suami istri itu terus mengajakku ngobrol sementara air mani anjing mereka bergerak turun menelusuri kakiku yang terekspos sampai ke selangkangan. Aku berusaha tetap bersikap normal walaupun mata mereka hampir-hampir tak lepas menatap kakiku. Aku tak merasa perlu untuk merapikan rokku yang berantakan.

“Kami sangat menghargaimu karena mau melayani anjing kami yang berperilaku buruk. Kebanyakan wanita tak mau melakukan hal itu. Kami khususnya menghargaimu karena mengizinkan Bruno untuk melepaskan birahimu pada kakimu yang indah. Bukankah kaki Maria indah, sayang?” kata Sandra.

“Sangat indah. Aku yakin Bruno sangat terpuaskan dengannya,” jawab Parulian.

Mereka menolongku berdiri dan membimbingku ke pintu. Masih dengan penampilan yang berantakan dan birahi yang bergejolak, aku melangkah melewati pintu. Saat itu Sandra berkata, “Kembalilah kapan saja ada waktu. Aku yakin Bruno akan senang menemuimu lagi.”

Setelah itu pintu pun tertutup dan sayup-sayup dapat kudengar tawa senang mereka di baliknya. Aku menyeberangi jalan dengan setengah berlari. Aku benar-benar merasa shock. Setibanya di rumah aku bermasturbasi sambil mandi di pancuran, lalu di atas tempat tidur setelah mandi, ketika memasak makan malam dan dua kali lagi sebelum akhirnya aku beristirahat. Kejadian pagi itu benar-benar membangkitkan fantasi yang luar biasa bagi diriku.

Dua hari kemudian, aku kembali ke rumah pasangan Simanjuntak. Ketika melihatku, mereka tahu persis maksud kedatanganku. Aku yakin mereka tahu. Mereka tak perlu lagi penjelasan. Parulian mempersilakan aku untuk masuk sementara Sandra pergi ke belakang untuk memanggil anjing mereka.
Hal yang sama kembali terulang, hanya kali ini aku jauh lebih siap. Aku tak mengenakan pakaian dalam sama sekali di balik gaun satu potong ketat dan mini yang kupakai. Aku telah kehilangan rasa malu yang menghambatku. Pasangan Simanjuntak tampak kaget dan senang mengetahui hal ini. Apalagi ketika Bruno mengalami orgasme dan semprotan air maninya sampai ke vaginaku dan membasahinya.

Setelah itu, aku semakin berani. Kami meneruskan acara dengan berdiri dan berjalan mengelilingi seisi rumah. Sementara Bruno dengan setia mengikutiku. Kepalanya senantiasa menyusup ke dalam rokku yang sangat pendek. Kami semua bersikap seolah mengabaikan anjing itu. Dengan gaun satu potong yang sangat ketat menempel di badan, sodokan moncong Bruno yang terus-menerus dari depan maupun belakang mengakibatkan terdorongnya rokku sampai ke pinggul. Aku tak pernah merapikannya kembali dan terus membiarkan Bruno menelanjangi dan menjilati selangkanganku.

Sekali-sekali mereka memberikan komentar seperti, “Aku tak dapat mengatakan betapa senangnya kami menemukan seorang wanita yang mau melayani anjing kami,” atau yang sejenisnya. Aku membiarkan mereka tahu kalau aku menikmati pernyataan-pernyataan yang kasar dan cabul itu.

Sandra kemudian berkata, “Ya begitu. Apa lidah si Bruno masuk ke dalam memekmu, Maria?”

“Ya, langsung ke dalam rahimku, kurasa,” jawabku.

Ia tersenyum dan berkata, “Kau benar-benar manis mau melakukan itu untuknya. Aku tak tahu ada wanita sepertimu di sini. Kami tadinya sudah siap-siap untuk menyewa seorang wanita profesional, tapi di mana kau bisa temukan wanita yang mau menyewakan tubuhnya sendiri sebagai betina untuk memuaskan birahi seekor anjing piaraan?”

Aku menyukainya. Aku mengatakan padanya bahwa aku dengan senang hati mau bertindak sebagai betina untuk anjing jantan mereka dengan gratis. Sandra berkata, “Maria, kupikir Bruno lebih senang jika kau melakukan pelayanan ini dengan bugil. Seekor betina tidak mengenakan pakaian, bukan?” Aku pun melucuti pakaianku. Sejak itu, mereka menyebutku sebagai betina, atau betina si Bruno.

Keintiman antara aku dan Bruno semakin bertambah. Aku dapat mengetahui bahwa pasangan Simanjuntak sangat menyukai melihat kami berperilaku sebagai sepasang kekasih. Karena itu aku pun berperilaku sesuai sudut pandang itu. Kami membiasakan diri untuk bercumbu seperti yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. Membuat Bruno untuk menciumku sangatlah mudah. Aku tak tahu, kadang aku berpikir anjing itu benar-benar mencintaiku sebagai kekasihnya. Bruno dapat mencium mulutku dalam-dalam, sementara aku memegang kepalanya dan mencium balik, kadang sambil mengisapi lidahnya.

Karena seks oral adalah bagian dari cumbuan dan permainan pembuka yang biasa dilakukan oleh manusia, dan Bruno telah melakukannya padaku, aku merasa berkewajiban untuk memberinya pelayanan intim yang sama. Mengisap dan menjilati penis seekor anjing benar-benar merupakan hal paling cabul dan tak bermoral yang pernah kulakukan sampai saat ini. Anehnya kecabulan itu benar-benar membawaku pada suatu birahi tertinggi yang pernah kualami. Sementara itu pasangan Simanjuntak terus menyaksikan dengan seksama adegan demi adegan percintaan kami.

Menyenangkan pasangan Simanjuntak sekarang merupakan urutan tertinggi dalam daftar prioritasku. Aku mencintai pasangan ini. Sandra khususnya, sudah seperti seorang ibu bagiku. Sedangkan Parulian tak pernah memanfaatkan keintiman yang kami bagi bersama, walaupun sebenarnya aku sudah tak keberatan dan berharap ia melakukannya. Dalam waktu yang singkat ini, telah tumbuh cinta di antara kami bertiga. Melihat mereka senang atas semua perbuatanku selama ini adalah satu-satunya yang kubutuhkan untuk melakukan yang lebih lagi. Karena itu aku langsung mengikut apa yang mereka inginkan ketika suatu saat akhirnya Sandra menegurku.

“Kau belum melakukannya dengan baik, Maria. Kau belum belajar bagaimana melayani Bruno dengan benar. Kupikir kau mengerti apa yang kumaksud kan?”

“Kau ingin agar ia menyetubuhiku dan mengawiniku serta mengisi rahimku dengan benih anjingnya?”

“Tepat sekali, Maria. Itulah pelayanan yang kami harapkan dari seorang betina manusia. Dan bukankah itu perananmu?”

“Ya, Nyonya Simanjuntak. Aku adalah betina untuk anjing Anda.”

“Kau bukanlah betina yang baik kalau ia tak dapat mengawinimu dan menyemprotkan air mani anjingnya ke dalam memekmu, tempat semestinya ia berada.”

“Nyonya Simanjuntak, Bruno adalah kekasihku, dan aku adalah betinanya. Ia kini berhak atas memekku, dan aku tak memiliki hak untuk menolaknya mengakses milikku yang paling pribadi itu. Sperma anjing Anda tempatnya adalah di dalam rahimku. Bahkan ia kini lebih berhak daripada suamiku sendiri. Hubunganku dengan suamiku semata-mata hanyalah karena ikatan pernikahan, sedangkan anjing Anda adalah kekasihku.”

“Ya, itu sangat penting. Kebutuhan Bruno harus dilayani lebih dulu, selalu. Akan lebih baik kalau suaminya mengetahui kenyataan ini,” Parulian menimpali.

“Bagaimana seandainya aku menyuruh Beni untuk selalu terlebih dulu meminta konfirmasi kepada Anda kalau-kalau Bruno ingin menyetubuhiku sebelum ia melakukan hal yang sama terhadap diriku? Apakah itu cukup memuaskan?”

“Akankah suamimu melakukan hal itu?” Tanya Parulian.

Aku tersenyum dan mengangguk.

“Kau yakin?” Sandra ikut bertanya.

“Aku tak akan memberikan tawaran jika aku tak dapat memenuhinya. Aku akan menceritakan semuanya kepada suamiku. Aku akan membuatnya mengerti bahwa Bruno adalah kekasihku dan kebutuhannya harus dipenuhi lebih dulu. Aku akan mengatakan pada Beni bahwa ia hanya dapat menyetubuhiku setelah Bruno melakukannya terhadapku terlebih dahulu. Dia akan selalu mendapatkan tubuhku yang habis pakai, dan memekku yang masih bersih dan wangi hanya disediakan bagi Bruno. Aku akan menyuruhnya menelepon Anda untuk mengatakan langsung secara pribadi bahwa ia dapat memahami keadaan yang berlaku mulai sekarang. Sekarang bolehkah aku bersetubuh dengan anjing Anda?” aku memohon.

“Oh tidak secepat itu,” kata Sandra. “Apakah kau sudah memasuki masa suburmu saat ini?”

Aku menggeleng karena aku memang baru akan memasukinya sebentar lagi.

“Nah, kau kembalilah lagi ke sini kalau sudah memasuki masa suburmu, sehingga sel-sel telur di dalam rahimmu sudah matang dan siap untuk menerima benih-benih dari anjing kami.”

Aku seperti tersetrum oleh aliran listrik mendengar ide itu. Gairahku meledak-ledak. Walaupun kecewa karena tak dapat bersetubuh dengan anjing mereka hari ini, aku setuju untuk mengikuti kehendaknya.

“Baiklah, Nyonya Simanjuntak. Aku akan kembali lagi pada saat tubuhku sudah benar-benar siap untuk dibuahi oleh benih anjing Anda dan pada saat birahiku sedang mengalami puncaknya. Untuk itu, mulai sekarang aku akan menghentikan pemakaian pil kontrasepsiku.”

“Bagus, tapi jangan lupa. Sampai masa suburmu habis bulan ini, jangan sekali-kali kau bersetubuh dengan suamimu, dan selama masa suburmu berlangsung, kau boleh datang kemari tiap hari untuk menemui kekasihmu dan kawin dengannya.”

“Terima kasih, Nyonya Simanjuntak. Mulai sekarang, setiap datang masa suburku tempatku adalah di sini bersama Bruno. Beni tak berhak menyentuhku selama itu.”

“Sebelum kau pulang, bawalah ini dan minumlah secara teratur. Ini adalah jamu yang manjur untuk meningkatkan kesuburan wanita,””Parulian memberiku sekotak jamu yang diambilnya dari dalam lemari.

“Terima kasih. Aku harap aku dapat mengandung dan melahirkan anak-anak Bruno,” aku tersenyum.

“Nah, sekarang pulanglah. Bawalah pakaian dan sepatumu, tapi kau tak boleh mengenakannya. Pulanglah dalam keadaan bugil,” kata Sandra. “Begitu pula lain kali kau datang kemari, tak perlu mengenakan pakaian apa pun juga. Mengerti?”

Bukan main, pasangan ini selalu memiliki ide-ide yang mengejutkanku. Bagaimanapun, aku setuju untuk mengikuti aturannya. Aku pun tersenyum dan mengangguk. “Ya, Nyonya Simanjuntak.”

Aku menyeberangi jalan dengan jantung yang berdebar kencang sekali. Selain rumahku dan rumah keluarga Simanjuntak yang berseberangan, rumah-rumah yang lain terletak cukup jauh. Bagaimanapun, setidaknya ada lima rumah di sekitar situ yang dari dalamnya penghuninya dapat melihat adanya seorang wanita bugil sedang menyeberang jalan di tempat terbuka pada siang hari bolong. Tentu saja jika mereka kebetulan memperhatikannya. Yang jelas jarak ke rumahku yang tak sampai sepuluh meter serasa jauh sekali.

Begitu tiba di pekarangan rumah, tiba-tiba terdengar suara mobil mendekat. Bulu kudukku segera berdiri? Aku belum lagi membuka pintu rumah ketika mobil itu melewatiku. Aku hanya bisa berdiri terpaku tanpa bergerak sedikit pun. Setelah mobil itu berlalu, barulah aku menengok ke belakang dan menyadari bahwa pasangan yang ada di dalam mobil itu bahkan tak melihat sedikit pun ke arahku. Perasaan lega dan luapan gairah segera membanjiri diriku. Aku pun segera masuk ke dalam rumah.

Dua hari kemudian, aku telah memasuki masa suburku. Sampai saat itu aku sama sekali tak pernah melayani Beni. Sementara pil-pil kontrasepsi tak pernah lagi kutelan. Sebaliknya jamu pemberian Parulian kuminum teratur tiga kali sehari. Setelah membuat janji dengan keluarga Simanjuntak, dengan hati yang mantap aku keluar rumah dalam keadaan bugil. Rasa takut terlihat oleh orang lain telah menguap bersamaan dengan panasnya cuaca di sini. Aku tak lagi peduli. Gairah karena berjalan bugil menyeberangi jalan di siang hari bolong dengan keluarga Simanjuntak memperhatikannya membuat tubuhku bergetar senang bercampur tegang.

Perjalananku terinterupsi oleh sebuah mobil yang lewat ketika aku hampir mencapai pintu rumah keluarga Simanjuntak. Aku yakin si pria pengemudi mobil melihatku. Mobilnya melambat di depanku. Ketika satu mobil lagi lewat, aku merunduk di balik semak-semak. Lingkungan rumahku yang sepi tiba-tiba menjadi ramai. Saat itulah aku sadar bahwa sekarang adalah waktu penggantian shift di pabrik. Para buruh mulai keluar ke jalan. Begitu pintu rumah keluarga Simanjuntak terbuka, aku pun segera menyelinap masuk.

Mereka membawaku ke meja makan untuk pemeriksaan. Mereka membaringkanku seperti bahan percobaan di laboratorium dan menggunakan pena cahaya untuk melihat ke dalam celah vaginaku. Sandra menyatakan semuanya kelihatan bagus dan bersih.

Bruno mencakar-cakarkan kedua kaki depannya pada pintu kaca meminta masuk, seolah tak sabar untuk memenuhi hasratnya mendapatkan diriku. Sandra memutar tubuhku sehingga memekku langsung menghadap ke arah anjing itu. Sambil memainkan jari-jemarinya di vaginaku, ia berkata, “Lihat Bruno, kami membawakanmu memek untuk kausetubuhi. Dia akan jadi betina yang baik mulai saat ini dan akan mengizinkanmu memompa kontolmu ke dalam memeknya. Kau bisa kosongkan semua air mani yang kau punya ke dalam rahim pelacur betina yang cabul ini kapan saja kau mau, sayang.”

“Ayolah, sayang. Kita sudah memisahkan dua kekasih ini cukup lama. Tidakkah kau lihat keduanya sudah sangat ingin kawin? Lihat denyutan memeknya yang kencang tandanya sudah siap untuk menerima kontol anjing kita. Dan lihat cairan yang keluar itu, memeknya sudah ngiler untuk dimasuki kontol anjing. Kau menginginkan kontol anjing itu kan, pelacur betina?”

“Ya, ya! Aku sangat ingin merasakan kontol anjing itu di dalam memekku. Aku butuh disetubuhi oleh seekor hewan. Memekku akan mengisap kontolnya sampai kering.”

“Oh, tidak, sebelum mulutmu membuat kontol anjing kami mengeras dan tegang,” kata Sandra. Ia membuka pintu kaca sementara suaminya membantuku berdiri. Bruno melonjak-lonjak kegirangan dan memakan memekku sementara aku membukakan bibir vaginaku untuknya, sambil berkata, “O ya, sayang. Itu milikmu sepenuhnya sekarang.”

Bruno tampak lebih kegirangan daripada hari-hari sebelumnya, dan penisnya yang panjang menjuntai keluar dari dalam sarungnya yang berbulu sementara ia mengelilingiku. Ketika Sandra merasa kami berdua sudah siap, ia mengangkat kedua kaki depan Bruno. Anjing itu berdiri di hadapanku dengan kedua kaki belakangnya, kontolnya yang menegang menjulur ke depan. Aku segera berlutut di hadapannya dan mulai mengisapi kontolnya dengan rakus, menelan seluruhnya sampai masuk ke tenggorokanku sementara kedua tanganku memijati kedua biji zakarnya. Ternyata penis Bruno semakin lama semakin tumbuh berkembang di dalam mulutku. Aku takjub mengamati besarnya yang jauh melebihi penis Beni. Bentuknya pun tampak gemuk dengan warna pun merah menyala.

Aku benar-benar merasa direndahkan serendah-rendahnya dan dipermalukan dengan berada dalam keadaan bugil bersimpuh di hadapan seekor anjing, memberinya pelayanan seks oral sambil diperhatikan oleh pasangan Simanjuntak. Sepertinya aku benar-benar menghambakan diriku kepada mereka dan anjingnya. Dan aku menyukainya?.!!

Sandra berkata, “Aku seharusnya membiarkan dia berejakulasi di dalam mulutmu.”

Aku mendongakkan wajahku dengan penuh harap untuk berkata, “Anda harus. Ya, Anda harus membiarkan anjing Anda melakukan itu!?

Suami istri itu saling tersenyum. Sandra berkata, “Baiklah, betina yang cabul. Kalau kau memang ingin meminum dan mandi dengan air mani kekasihmu, aku mengizinkannya.”

Aku tersenyum senang dan mengangguk.

Tak lama kemudian, Bruno menyiramkan spermanya ke dalam mulutku. Dengan lahap aku menelannya. Sebagian lagi mengucur keluar dari mulutku dan jatuh melalui daguku ke dadaku yang telanjang. Semprotan air mani yang encer tapi pekat itu tersebar ke rambut dan seluruh wajahku, bahkan sampai ke bahu dan kedua payudaraku. Aku merasa puas sekali.

Sementara itu Parulian sejak awal mengabadikan adegan percintaan kami dengan sebuah handycam. Setelah selesai, dengan wajah dan badan yang berantakan karena basah kuyup oleh air mani anjing, aku aku tersenyum dengan manis ke arah handycam Parulian. Lidahku sesekali masih menjilati penis Bruno maupun air maninya yang membasahi jari-jariku. Sementara itu Parulian meng-close up wajahku selama beberapa saat.

Kupikir aku harus menunggu beberapa lama untuk memulai ronde berikutnya. Yang kutahu, seorang manusia lelaki bila telah mengalami orgasme akan menjadi lemas. Ternyata tidak demikian dengan kekasih hewanku. Penisnya masih cukup keras. Sandra menyuruhku untuk menambah keras lagi penis Bruno dengan mulutku. Aku melakukannya, dan dalam waktu singkat penis itu telah kembali ke ukuran maksimalnya. Aku merasa takjub dan senang memiliki kekasih yang perkasa seperti itu.

“Bagus. Nah, sekarang kita harus membuatmu dibuahi oleh sperma anjing,” kata Sandra yang merasa puas dengan pekerjaanku. Ia membimbingku ke sofa dan mendudukkan diriku di antara mereka berdua. Aku segera mengangkat kedua kakiku tinggi-tinggi dan mereka mengambil kakiku masing-masing satu dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar, menawarkan memekku kepada Bruno. Bruno melompat menaiki tubuhku dan memegangiku dengan kedua kaki depannya tepat di bahuku. Tanganku menggapai ke bawah dan meraih penisnya yang keras, serta membimbing ujungnya ke dalam lubang vaginaku.

Goyangan pinggul Bruno segera memompa kontol anjingnya yang panjangnya hampir mencapai 16 cm ke dalam tempatnya, yaitu lubang memekku. Aku merintih-rintih kenikmatan dibuatnya. Aku kehilangan kontrol. Tak kusadari aku menjeritkan kata-kata kotor yang hanya pantas diucapkan oleh pelacur murahan yang tak bermoral. “Oh, ya… Rasanya enak sekali… Aaaaah, Jesus, enak sekali dikawini anjing…… Ya, ya…. setubuhi aku terus. Pompa…. ya, pompa lagi anjingku…. kekasihku…. Ooooooh. Aku milikmu, setubuhi terus betinamu…. Ooooh, hamili aku……. Hamili aku!!!”

Anjing itu terus memompaku dengan keras dan cepat selama sepuluh menit sebelum menyemprotkan air maninya yang banyak sekali ke dalam diriku. Aku dapat merasakan air maninya yang hangat menghujani rahimku. Aku baru menyadari kalau air mani anjing terasa lebih panas daripada air mani manusia.

Bruno berusaha menarik kontolnya dari dalam memekku setelah puas melampiaskan nafsunya terhadap diriku, tetapi ia tak bisa melakukannya. Kami telah terikat bersama. Kedua alat kelamin kami tak bisa dipisahkan!

Seekor anjing jantan memiliki buhul atau gumpalan yang besar, di sekitar pangkal penisnya. Buhul itu dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa penis si anjing jantan tetap berada di dalam vagina betinanya dalam waktu yang cukup lama ketika mereka bersetubuh. Dengan demikian sperma si anjing jantan mempunyai cukup waktu untuk mencapai sel-sel telur betinanya. Tanpa mekanisme itu, sebagian besar air mani yang masuk ke dalam vagina si betina akan langsung keluar lagi sehingga memperkecil kemungkinan si betina untuk hamil. Kedua sejoli ini baru bisa terpisah setelah penis si jantan mengerut kembali, dan ini memakan waktu antara 15 sampai 45 menit. Paling tidak demikianlah menurut berbagai literatur tentang perkawinan anjing yang sempat kubaca dalam rangka menghadapi perkawinanku dengan Bruno.

Dengan demikian aku sama sekali tak terkejut ketika kami tak terpisahkan setelah selesai bersetubuh. Justru peristiwa inilah yang kuharap-harapkan. Aku benar-benar menikmati saat-saat yang sangat intim tersebut. Belum pernah sebelumnya aku merasa begitu dimiliki dan dikuasai. Belum pernah juga sebelumnya aku merasa begitu pasrah menyerahkan diriku untuk dihamili, apalagi oleh seekor anjing. Pikiran-pikiran itu saja membuatku mengalami orgasme.

Sandra meletakkan kedua kaki depan Bruno di pundakku selama kami menunggu. Sementara aku mengelus-elus tubuh kekasih hewanku yang berbulu dan kami pun berciuman dengan mesra dan intim. Pasangan Simanjuntak dapat melihat dengan jelas kedua alat kelamin kami yang saling terhubung.

Setelah kami berdua terpiah setengah jam kemudian, Parulian bertanya kepadaku, “Maria, apakah kamu benar-benar bisa mengatur suamimu supaya ia tak mendahului Bruno jika ingin menyetubuhimu?”

Aku memandang Parulian dan berkata, “Itu bisa membuat Anda terangsang, ya kan?”

“Ya. Itu membuat kami berdua terangsang.”

“Aku merasa senang jika memang demikian. Ya, aku percaya dapat melakukannya. Apa yang sebenarnya Anda inginkan?”

“Oke, kami akan sangat menyukainya jika kamu dapat menetapkan bahwa suamimu tak dapat mengintimimu sebelum Bruno mengintimimu. Dengan sepengetahuan kami tentunya.”

“Ada lagi. Kami ingin ada jaminan bahwa kau tak akan melanggar aturan itu. Kami tak dapat menerima jika kau berbohong dan berselingkuh terhadap anjing kami,” Sandra menambahkan.

“Tentu saja tidak. Apa usulan Anda untuk itu?”

“Sabuk kesucian, dengan kuncinya kami sendiri yang memegang.”

“Sabuk kesucian! Kedengarannya ide yang sangat bagus. Apakah Anda memilikinya?”

Sandra tersenyum dan berkata, “Tunggu sebentar.”

Ia kembali dengan sebuah alat yang aneh. Aku berdiri untuk memeriksa alat itu. Nampaknya seperti bagian bawah dari bikini tali, hanya saja terbuat dari kombinasi sabuk metal dan rantai besar yang terbentang di tengah-tengah sabuk itu. Sandra memakaikan sabuk itu di sekeliling pinggulku dengan erat dan melewatkan rantai itu dari bagian belakang sabuk melalui celah pantatku, terus menutupi lubang vaginaku di bagian depan, lalu mengaitkannya kembali ke sabuk bagian depan dengan ketat dan menguncinya. Dengan kondisi seperti itu, aku benar-benar tak dapat lagi disetubuhi.

“Nah, begitulah. Kau tetap bisa buang air kecil dan besar dengan sabuk itu terpasang pada tubuhmu. Hanya saja kau harus bekerja ekstra untuk membersihkannya. Kau selalu bisa datang kemari dan kami akan membukakan kuncinya.”

Aku segera pulang ke rumah setelah itu. Beni belum lama tiba di rumah dan baru saja hendak menonton TV sambil membawa beberapa kaleng bir dan sepiring cemilan. Ia terpaku di tempatnya dan memandangi sekujur tubuhku. Hampir saja kaleng-kaleng bir itu terlepas dari tangannya. “Sayang, apa yang terjadi?”

Aku berjalan ke arahnya. Pandangan kedua mata suamiku tertuju pada alat yang terpasang pada selangkanganku, lalu pada cairan yang mengalir menuruni kedua kakiku.

“Ini air mani anjing, Beni. Aku baru saja bersetubuh dengan anjing tetangga kita.”

Aku segera berlalu dari hadapannya menuju pancuran untuk mandi membersihkan diriku. Beni mengikutiku persis seperti yang kuharapkan. Sementara itu aku menyalakan keran air dan mulai mandi di bawahnya.

“Maukah kau memperjelas apa yang kaukatakan barusan?”

“Kata-kata apa yang tidak kau mengerti?”

“Kau bersetubuh dengan seekor anjing?”

“Bagus, Beni. Kurasa kau mengerti maksudku.”

“Mengapa?”

“Karena ia menyetubuhiku lebih baik dan lebih lama daripada kamu. Ia adalah pemain seks yang hebat. Aku adalah betinanya. Ia adalah kekasihku. Ada pertanyaan yang lain?”

“Apakah tetangga kita tahu?”

“Justru merekalah yang merencanakannya. Tugasku adalah melayani anjing mereka. Dan aku mengerjakan tugasku dengan sungguh-sungguh.”

“Lalu alat apa itu dan kenapa kamu berkeliaran bugil di luar?”

“Aku tidak bugil. Aku mengenakan sabuk kesucian.”

“Sabuk kesucian? Itu kan untuk perawan-perawan di zaman dulu.”

“Bukan, sabuk ini untuk mencegah penis yang tak berhak mengakses vagina dan lubang pantat yang sudah dimiliki secara pribadi.”

“Siapa yang memegang kuncinya?”

“Keluarga Simanjuntak, tentu saja.”

“Lalu bagaimana caranya kalau aku ingin menyetubuhimu?”

“Yah, itulah masalahnya. Tetangga kita mempunyai aturan. Bruno, anjing mereka, akan selalu mendapat jatah pertama. Kau baru boleh menyetubuhiku setelah itu. Mereka bilang mereka mau saja mengizinkanmu untuk menyetubuhiku selama kamu mau mengikuti aturan ini dan aku sudah menjamin mereka dan mengatakan pada mereka bahwa mereka tak perlu khawatir.”

Aku sebetulnya agak terkejut – sekaligus gembira – ketika Beni ternyata tak bereaksi negatif. Pandangan matanya tak terlepas sedikit pun dari sabuk kesucianku.

Ia memintaku untuk menjelaskan secara rinci kejadiannya. Birahinya yang menggebu mengkhianati perasaannya yang seharusnya timbul akibat perbuatanku mengambil seekor anjing sebagai kekasih. Aku pun memberinya penjelasan secara rinci tentang semua peristiwa yang terjadi dan efeknya terhadap diriku. Ia hampir saja berejakulasi di celananya ketika kusebutkan bahwa Bruno akan selalu mendapatkan jatah memek yang segar dan bersih, sedangkan ia akan selalu mendapatkan bagian sesudahnya hanya jika pasangan Simanjuntak merasa puas dengan penerimaannya yang total dan sungguh-sungguh atas aturan yang berlaku ini. Malamnya, ia sudah sangat siap untuk menelepon keluarga Simanjuntak dan menjelaskan bahwa ia sudah memahami peranannya.

Aku hampir-hampir mengalami orgasme hanya mendengarkan suamiku memberi tahu mereka bahwa ia akan selalu mendahulukan Bruno dan bahwa aku adalah kekasih dan betina si Bruno yang nomor satu. Mereka lalu menyuruh Beni untuk membawaku ke sana untuk dikawini lagi oleh Bruno.

Beni pada awalnya tak suka berjalan bersamaku yang hanya mengenakan sabuk kesucian, tapi aku tak memberinya pilihan lain. Selesai berkenalan dengan suamiku, pasangan Simanjuntak melepaskan sabuk kesucianku dan menyuruhku merendahkan diriku dalam posisi merangkak untuk memberikan pelayanan seks oral kepada anjing mereka di depan suamiku.

Setelah itu Bruno menyetubuhiku dari belakang dengan gaya anjing dan mengisi peranakanku dengan benih-benihnya. Seperti sebelumnya, setelah usai aku terikat dengan Bruno selama sekitar setengah jam. Beni sepenuhnya menikmati menontonku kawin dengan hewan liar itu. Begitu aku dan Bruno terpisah, pasangan Simanjuntak menyerahkan sebuah kalung anjing kepada Beni yang langsung memasangkannya di leherku. Mereka menyuruh Beni supaya aku selalu mengenakan kalung anjing itu. Kalung itu mempunyai sebuah tempat nama yang menggantung dengan tulisan “Betina si Bruno” yang tertulis di kedua sisinya dengan huruf-huruf besar yang mudah dibaca dari jarak beberapa meter. Aku mengenakan kalung itu dengan bangga dan bermaksud untuk memakainya terus setiap saat. Parulian mengaitkan seutas tali ke kalung anjingku dan menyerahkan ujungnya kepada Beni.

Sejak saat itu, Beni tak pernah menyetubuhiku sebelum Bruno mendapatkan bagiannya. Jika masa suburku tiba, minimal selama tiga hari aku selalu menginap di rumah keluarga Parulian supaya bisa kawin setiap saat dengan anjing mereka. Juga untuk meyakinkan bahwa tak ada benih suamiku yang bisa menghamiliku selama masa itu. Aku mencintai suamiku, aku senang menjadi istrinya dan sama sekali tak mempunyai keinginan untuk bercerai dengannya, tapi aku juga sudah tak ingin lagi memiliki anak darinya karena aku sudah mempunyai kekasih baru, Bruno. Jika aku harus hamil, biarlah itu berasal dari benih anjing kekasihku.

Selama aku menginap di rumah keluarga Simanjuntak aku tak pernah mengenakan pakaian apa pun kecuali kalung anjingku. Bahkan ketika pergi ke rumah mereka pun aku tak membawa pakaian secuil pun. Demikian pula ketika aku pulang kembali ke rumah suamiku setelah masa suburku lewat.

Beni tampak senang menjalani kehidupan seperti itu. Kami mulai memiliki segudang koleksi foto dan video tentang kehidupan cintaku bersama Bruno, kebanyakan berisi adegan-adegan percintaan seksual secara eksplisit. Kadang-kadang Beni dan pasangan Simanjuntak membawaku dan Bruno ke hutan kecil dekat rumah kami untuk berjalan-jalan. Kami pergi bermobil ke sana dan memarkir mobil di pinggiran hutan, lalu berjalan kaki masuk ke dalamnya. Tentu saja aku tak mengenakan apa-apa kecuali kalung anjingku dan seutas tali kekang yang terkait padanya. Lalu mereka bertiga berjalan-jalan mengelilingi hutan sambil memegang tali-tali yang terikat pada leherku dan leher Bruno. Aku diperlakukan sama seperti anjing karena aku adalah betina Bruno. Jika Bruno tiba-tiba muncul birahinya maka ia akan segera mengawiniku saat itu juga tanpa mempedulikan tempatnya. Sementara itu suamiku dan pasangan Simanjuntak pun akan berhenti sejenak dan mengabadikan seluruh adegan itu dengan kamera dan handycam mereka. Yah, begitulah kehidupan seekor anjing …….. Dan aku sangat menikmatinya!

TAMAT

Cerita Yang Mirip: