Hwa – Gara-Gara Krismon

Copyright 1998, by Hwa

(Berbagi Istri)

Karena krismon suamiku terkena PHK 4 bulan yang lalu. Hal itu menyebabkan suamiku sampai dirawat di rumah sakit karena stress. Diabetesnya naik tinggi, apalagi suamiku malas diet.

Walaupun masih cukup muda tetapi akibat sarafnya tergganggu oleh diabetnya, maka suamiku terkena semi impotensi. Aku jadi kurang sekali dapat kucuran air mani sekarang. Padahal di usiaku yang 30 tahun ini sedang butuh-butuhnya siraman air mani supaya bisa tetap segar. Aku sendiri kasihan pada suamiku saat ia mau menyetubuhiku. Nafsunya bergelora tapi senjatanya tak mau tegang.

Untung ada seorang teman baik kami yang punya pabrik plastik membantunya, Ludwig namanya. Diangkatnya suamiku menjadi kepala pabrik sejak sebulan yang lalu.

Suatu malam saat suamiku sedang rapat di RT, Ludwig menelepon ke rumah. Karena suamiku pergi, dia ngomong-ngomong denganku dan bertanya.

“Hwa (panggilan akrabku), apakah kamu masih sering disirami oleh suamimu?”

“Siraman apa?” tanyaku.

“Yaah siraman kejantanan yang hangat itu,” katanya.

“Acch …Lud, kamu kok tanyanya macam itu,” sahutku.

“Gini lho, kalau kamu mau, aku bersedia membantu menyiram. Suamimu sudah tahu kok karena kamu pasti membutuhkannya,” jawabnya.

“Hwa, aku sekarang sudah steril jadi kamu gak perlu takut hamil olehku. Karena itulah suamimu setuju,” tambahnya lagi.

“Jangan ngaco lho, Lud. Nanti suamiku marah,” balasku.

“O, silahkan tanya dulu sama suamimu. Oke. Selamat malam,” sahutnya.

Memang Ludwig kalau ngomong terbuka, karena ia seorang Indo Belanda.

Malam harinya saat mau tidur aku tanya suamiku.

“Pa, kenapa Ludwig tanya begitu padaku?”

Suamiku menjawab bahwa dia menyadari tidak dapat memberikan siraman yang cukup karena penyakitnya padahal aku membutuhkan itu. Jadi terserah aku. Kalau setuju, ya boleh saja.

Selang beberapa hari saat suamiku di kantor, Ludwig telpon aku dan menanyakan keputusanku. Aku hanya menjawab begini.

“Terserah kalian berdua. Kalau aku sih menurut saja.”

Hari itu suamiku pulang lebih awal dari biasanya. Kuceritakan padanya tentang pembicaraanku dengan Ludwig dan kutanya apa dia sudah bicara lagi dengan suamiku. Suamiku mengiyakannya dan bilang kalau nanti malam Ludwig mau bermalam di rumah kami, padahal dengan keluarganya pamit mau bisnis ke luar kota.

kira-kira jam 8 malam Ludwig datang ke rumahku tanpa bawa sopir. Aku malam itu memakai BH dan CD mini dari renda warna merah lalu kupakai pakaian tidur warna pink yang tipis setengah paha sehingga BH dan CD-ku terlihat jelas dari luar. Kita bertiga duduk di sofa nonton TV. Aku duduk di tengah. Sambil nonton kita ngobrol-ngobrol dan tangannya Ludwig mulai menggenggam tanganku erat-erat.

Tepat jam 9 malam, Ludwig pamit kepada suamiku untuk mengajak aku masuk ke kamarnya yang telah kusiapkan. Begitu masuk kamar aku langsung dipeluk oleh Ludwig. Bibirku langsung dicium dan dilumat habis-habisan. Sementara tangannya dengan liarnya meraba ke seluruh bagian tubuhku, terutama daerah-daerah yang erotis.

Aku menyambut hangat lumatan bibirnya sambil menyerahkan tubuhku untuk diraba dengan kedua tangannya yang tegap itu. Kubalas rabaan di kemaluannya yang terasa sudah mulai tegang.

Habis itu aku ditarik ke depan kaca rias. Aku dipeluk dari belakang dengan kedua tangannya meremas kedua buah dadaku hingga mencuat keluar dari BH-ku. Kadang-kadang tangannya turun ke bawah, disusupkan dari paha masuk ke dalam CD. Memekku dimasuki dua jarinya. Ia mengutik-utik kelentitku hingga aku mengangkat sebelah kakiku agar jarinya bisa bebas bermain di kemaluanku.

Leherku diciuminya. Sementara itu remasan-remasan pada buah dadaku yang membuat birahiku bergelora apalagi aku bisa melihat bagaimana buah dadaku diremas dari kaca.

Aku sebenarnya paginya baru disetubuhi oleh Oom Anton (langganan salonku) tanpa sepengetahuan suamiku. Hanya saja karena nafsuku cukup besar aku tetap semangat dan terangsang lagi dengan Ludwig.

Memang sebetulnya sebelum suamiku dan Ludwig memberikan tawaran ini, aku diam-diam sudah punya beberapa gebetan untuk memenuhi kebutuhan seksku. Jadi selain suamiku, aku juga sudah menikmati 4 kemaluan laki-laki, lain yaitu Oom Anton dengan bosnya, Benny adik iparku, dan sekarang Ludwig ini.

Pakaian tidurku dilepasnya lalu dia melepas seluruh pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Kulihat kemaluannya cukup besar tapi tak sebesar kepunyaan Oom Anton. Hanya saja rambutnya lebat sekali dan keriting. Itu bisa menggelitik kelentitku kalau kemaluannya sudah masuk ke lubangku.

Setelah telanjang dia memelukku lagi sambil meraba, memijit dengan bernafsu bagian-bagian erotis dari tubuhku. Ia lalu melepas BH dan CD-ku hingga kami berdua sekarang berpelukan dalam keadaan bugil tanpa ada secuil kainpun yang menghalanginya.

Dia kemudian tengkurap di tempat tidur dan aku diminta tengkurap juga di atasnya sambil menggeserkan puting kedua buah dadaku mulai dari pundak terus menggeser ke punggung, pinggang, kedua pahanya dan berakhir dibetisnya kemudian naik lagi. Ludwig terasa geli dan nikmat sekali mendapat geseran kedua puting buah dadaku itu sedang aku sendiri juga merasakan nikmat di kedua puting buah dadaku bersentuhan dengan tubuhnya. Benar-benar pengalaman baru dan indah bagiku dengan permainan ini.

Kemudian Ludwig telentang dan puting buah dadaku juga diminta untuk digeserkan mulai pundak, dada, perut dan di kemaluannya. Kedua puting buah dadaku kugoyang-goyangkan untuk memukul-mukul kepala kemaluannya lalu kugeserkan lagi sampai ke pahanya. Puting buah dadaku terasa geli sekali saat bergeser di dadanya dan daerah kemaluannya yang penuh bulu.

Itu menyebabkan birahiku meletup-letup hingga aku tidur telentang minta segera disetubuhi. Ludwig tahu maksudku lalu dia menancapkan senjatanya ke lubangku yang sudah mulai membuka dan basah.

Baru beberapa kali kemaluan Ludwig masuk keluar di lubangku, tiba-tiba suamiku masuk kamar dalam keadaan bugil dan senjatanya berdiri tegak. Melihat itu Ludwig segera mencabut kemaluannya dari lubangku dan mempersilakan suamiku ganti untuk menyetubuhiku.

Yaah teman-teman, baru sekali ini aku merasakan kemaluan suamiku begitu tegang dan keras seperti ini sejak ia sakit diabetes. Sayangnya baru beberapa kali kemaluannya masuk keluar di lubangku, air maninya sudah menyemprot keluar dan menjadi lemas lagi. Tapi kali ini air maninya betul-betul masuk ke dalam lubangku sebab terasa hangatnya dalam perutku tidak seperti biasanya yang hanya di pinggir luar sehingga langsung tumpah keluar kalau kemaluannya dicabut.

Rupa-rupanya suamiku bisa tegang itu karena mengintip dari pintu saat aku bermain roman dan akan disetubuhi oleh Ludwig.

Langsung Ludwig memasukkan kemaluannya lagi setelah suamiku selesai dan dia terus menggenjot lubangku dengan kemaluannya. Ternyata Ludwig tahan lama sebab aku sudah klimaks 2 kali hingga lubangku basah kuyup oleh cairan cintaku ditambah air mani suamiku yang mulai mengalir keluar tapi Ludwig belum nyemprot juga maninya.

Karena kelewat basahnya lubangku, timbullah suara yang merangsang saat kemaluan Ludwig masuk keluar di kemaluanku. Suamiku masih di dalam kamar melihat Ludwig menyetubuhiku dan mendengarkan rintihan-rintihan nikmat dariku. Tanpa disangka kemaluan suamiku bisa tegang lagi. Ia pun minta Ludwig untuk berhenti dulu. Kembali suamiku ganti yang menancapkan kemaluannya lagi ke lubangku.

Kali ini juga hanya berlangsung kira-kira 2 menit air maninya sudah keluar lagi. Aku kemudian diminta menungging di tempat tidur hingga air mani suamiku yang bercampur dengan lendirku meleleh keluar di pahaku.

Lalu Ludwig memasukkan kemaluannya dari belakang sambil membungkuk dengan kedua tangannya meremas kedua buah dadaku yang bergantungan. Ludwig makin lama makin keras dan cepat menghunjam-hunjamkan kemaluannya ke lubangku hingga aku 2 kali lagi mencapai klimaks. Baru setelah itu air maninya yang kurasakan kental sekali dan banyak itu berhamburan ke dalam lubangku, membuat hangat tubuhku dan menjadikan kedua lututku lemas sekali.

Malam itu aku tidur di samping Ludwig, sementara suamiku tidur sendiri karena saat suamiku pergi tidur, kemaluan Ludwig tegang lagi dan aku diminta untuk melayaninya lagi. Kali ini dia bisa menyalurkan nafsu seksnya padaku sepenuhnya tanpa diganggu oleh suamiku. Setelah air maninya keluar tuntas, cukup lama kami ngobrol dan tertawa-tawa bersama sambil berpelukan bugil di tempat tidur.

Sejak itu hampir tiap minggu sekali Ludwig bermalam di rumahku untuk memberi siraman
padaku dan merangsang nafsu seks suamiku. Bila pembantuku pulang Ludwig datang agak sore-sore dan pulangnya agak siang jadi bisa bersetubuh 2-3 kali di sore sampai malam hari, sementara fajar sampai jam 10 pagi bisa 2-3 kali lagi masih ditambah dengan suamiku 2-3 kali tapi hanya sebentar-sebentar.

Dalam 6 kali bersetubuh dengan Ludwig itu aku bisa orgasme sampai 20 kali lebih sedang Ludwig hanya nyemprot sekali maninya tiap bersetubuh. Hanya saja kalau sudah pagi maninya agak sedikit dan encer juga kurang hangat kalau pertama kali bentuknya menyerupai cendol dan banyak serta hangat sekali.

Dengan kehadiran Ludwig, kehidupan rumah tanggaku sama sekali tidak terganggu. Aku tetap mencintai suamiku sedang dengan Ludwig tak ada perasaan apa-apa hanya nafsu untuk saling memberikan kepuasan seks. Inilah teman-teman pengalamanku yang baru terjadi sejak dua bulan ini.

TAMAT

7 responses to “Hwa – Gara-Gara Krismon

  1. You look lovely,

    send me some more private photos to me

    William

  2. Masih pengen yang lain?? bagi fotonya dong?

  3. kalau mau ajak aku, boleh juga aku orang ambon, ukuran sedang, tapi tahan lama.

  4. Hwa aku siap menyirami kamu denagn punyaku yang sanggup tahan 1 jam nggak keluar.
    Contact me,..soon!!

  5. Saya mau dong seperti Mas Ludwig. Saya butuh puas dengan pasangan Hwa. Sampai saat ini, baru nikah 2 tahun lebih hanya mengandalkan posisi klasik. Maaf ya sedikit curhat.

  6. Mau donk d entot kyak hwa..

  7. cerita nya sangat bagus ,rada kejadian dalam nyata,trims untuk yg sudah susah payag membuat inspirasi nya mendekati keyataan,
    Jalin terus kekompakan dan rasa setia kawan sesama fans situs karena semakin sedikit fans semakin bisa kita berinteraksi dengan nyaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s