Anissa 07 – Kado Dari Aldi

Copyright 2006, by Slutty Anissa

(Istri Selingkuh, Biseksual, Keroyokan)

Tanpa dipuaskan sama sekali aku pulang ke rumah. Tom malam itu tidak pulang. Sepertinya dia dapat perek yang bisa dientot olehnya. Lucky guy!

Aku tidak ada pilihan lain selain masturbasi lagi sambil membayangkan dientot sama Aldi. Aku juga tidak bisa melupakan tatapan Nadya yang horny saat ia membersihkan kontol suaminya.

Paginya sebelum aku berangkat kerja, Tom pun pulang.

“Baby, I missed you so much!” kataku sambil merangkulnya!

Ia masih kesal namun aku paksa dia untuk mengentotku saat itu, disitu juga. Akhirnya aku pun keluar! Finally. Tapi sepertinya Tom tidak keluar banyak. Aku tidak tau perek bule mana yang sekarang jalan-jalan dengan memek becek karena suamiku.

Kegiatan pagi hariku di kantor benar-benar membosankan. Aku diajak pergi lunch dengan Pete dan Mark (orang departemen Media) ke JW Marriot. Sepanjang lunch Pete meremas-remas pahaku terus menerus. Aku biarkan, namun tidak aku tanggapi juga.

Kira-kira 30 menit setelah lunch, aku dapat telepon dari resepsionis. Katanya ada orang mau ketemu denganku. Karena emang aku menunggu tamu orang dari production house, aku pun ke lobby.

Betapa kagetnya diriku melihat Nadya duduk menungguku. Ia dandan benar-benar seperti supermodel. Sendal berhak tinggi, rok super-mini, tank-top yang aku kira dipakainya tanpa BH dan dandanan yang cukup rapi. Kecantikannya benar-benar luar biasa sehingga ia tidak terlihat murahan sedikit pun. Aku juga baru menyadari betapa besar dan kencangnya kedua toketnya.

Saat melihatku ia berdiri. Aku bingung harus berkata apa. Untung aku dapat akal untuk membawa dia ke ruang meeting yang kosong – daripada jadi awkward dan orang-orang mulai gosip aneh-aneh lagi!

Aku tutup pintunya. Ketika aku berbalik, ternyata Nadya sudah duduk di atas meja. Sebelum aku sempat bertanya apa-apa, ia berkata: “Ada kado dari Aldi. Aku disuruh mengantarkannya ke kamu…”

Aku baru sekali ini mendengar suaranya. Lembut, lemah, hampir seperti ABG.

Aku tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya. Tiba-tiba ia mengangkat kedua kakinya ke atas meja. Mengangkang selebar-lebarnya! Astaga! I can’t believe it! Nadya tidak memakai panties! Dari jarak 1 meter aku bisa mencium bau khas memek yang basah tercampur dengan bau peju! Benar saja… Ternyata memeknya Nadya sepertinya abis dientot dan dijadikan penampungan sperma!

Sambil membuka lubang vaginanya dengan jarinya ia menatapku dengan sayu: “Kamu harus habisin katanya Aldi, kalau besok-besok mau datang ke rumah lagi!”

Aku tak tau lagi harus bagaimana? Aku merasa kotor sekali melakukannya namun aku juga terangsang tiada taranya! Aku langsung menyambar memeknya Nadya! Mulutku kutempelkan di bibir memeknya sambil aku sedot-sedot isi sperma yang ada. Hidungku bergesekan dengan klitorisnya! Iya, aku memang pelacur murahan yang gunanya hanya untuk menelan sperma!

“Hmmmmgh….hmmmgh…” Nadya mengerang kecil…

Tangannya menahan kepalaku agar menghisap lebih kuat lagi. Otot-otot memeknya berkontraksi sehingga menekan keluar sperma di memeknya…

“Ohhhh… Nadya… I love your pussy! Basah sekali, sayang! Basah sekali!”

Pahanya yang halus dan langsing menjepit kepalaku. Aku menjilat memeknya dari bawah ke atas, menjilat-jilat dari dekat lubang anusnya sampai ke klitorisnya… Nadya mengerang cukup keras.

”Oh my god…” kataku diantara jilatan. ”..Banyak sekali spermanya! I can’t believe this!”

Memang sepertinya sperma yang tertampung di dalam memek Nadya jauh lebih banyak daripada waktu terakhir saat aku ‘membersihkannya’.

Ia berbisik ke telingaku dengan terengah-engah: “Kamu heran ya, kok spermanya banyak begini?”

Aku hanya menganggukkan kepala sambil terus menyedot cairan asin peju dari lubang kenikmatannya yang tiada habisnya.

“… Karena… Ini… Sperma…kumpulan… dari 4 cowok yang berbeda… yang baru saja mengentotku sebelum aku ke sini…”

Aku seperti mau pingsan! Pelacur paling rendahan pun mungkin tidak akan melakukan ini! Empat orang! Tanpa menyentuh memekku pun aku orgasme! Bersamaan dengan Nadya yang membanjiri mulutku dengan asamnya cairan kewanitaannya!

Dengan muka belepotan sperma aku terhempas di salah satu kursi ruang meeting. Nadya mencium bibirku. Lidahnya menjulur-julur ke dalam mulutku menyedot-nyedot sisa-sisa sperma yang ada di mulutku. Ia juga menjilat-jilat lelehan sperma yang mengalir ke daguku. Sepertinya lidahnya udah jago sekali dalam jilat-menjilat.

Ia mencium keningku dengan penuh kasih sayang dan meninggalkanku di ruangan meeting itu tanpa berkata apa-apa. Sambil membersihkan mukaku aku bertanya-tanya pada diriku mengapa aku bisa jatuh serendah ini.

TAMAT

3 responses to “Anissa 07 – Kado Dari Aldi

  1. Aku juga mau ngentot sama kamu,gak ush ma aldy

  2. ma iwan aja nis..dari pd ma aldy..!!

  3. Halo Fitri salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s