Anissa 04 – Lubang Pantat Nadya

Copyright 2006, by Slutty Anissa

(Istri Selingkuh, Biseksual)

Seharian aku nggak bisa konsentrasi di kantor. Sepertinya saat ini separuh kantorku sudah diceritakan sama Emir dan Michael, kalau aku seorang ‘bispak’. Tapi aku tidak memikirkan hal itu. Yang ada di benakku hanyalah ‘date’-ku sama Aldi yang ia bikin sepihak.

Aku dari pagi udah siap-siap dengan lingerie yang sexy di bawah baju kantorku. Terasa memekku semakin sore semakin basah. Akhirnya kerjaanku pun selesai dan aku meluncur ke alamatnya Aldi.

Apartemennya cukup megah namun terlihat masih baru dan masih kosong penghuninya. Aku pun naik lift ke lantai 22. Di dalam lift aku memasukkan tanganku ke dalam rok miniku. Gila, Udah banjir! Pasti udah keliatan noda basah cairan memek dari luar panties-ku!

Pelan-pelan kuketok pintu apartemen. Sejenak tidak ada yang menjawab dan aku pun berniat untuk kabur saja. Ternyata terdengar suara dari dalam:

“Anissa, silakan masuk! Dan kunci pintunya!”

Sialan. There’s no escape now! Aku beranikan diriku dan membuka pintu. Di dalam semuanya gelap. Kamar-kamar pun masih cukup kosong. Sepertinya si Aldi baru pindahan kesini!

Aku mengikuti lorong menuju kamar tidur. Di sana kulihat seorang wanita berbadan tinggi dengan rambut coklat panjang terurai telungkup di atas tempat tidur yang besar. Ia telanjang bulat, tanpa sehelai benang pun. Sepertinya ia sedang tidur atau sedang tidak sadar.

Di belakangnya, sambil bersender di tembok, Aldi duduk dengan santai. Ia sepertinya sedang high dan terlihat ia sedang menyiapkan strip coccaine di atas meja kaca di samping tempat tidur.

“Ah, akhirnya kamu datang!” sapanya. “Perkenalkan, ini istriku Nadya. Sayang dia udah gak sadar. Kamu sih telat datangnya! Cantik nggak dia?”

Aku hanya mengangguk. Ia menghirup strip coccaine-nya dengan hidungnya. Ia menikmati rasanya sejenak.

“Kamu mau juga?” ia menawarkan strip berikutnya untukku.

Sudah lama sekali aku tidak ‘neken’ coccaine. Abis mahal juga sih! Aku mengangguk dan mendekati meja. Aku duduk di lantai dan menghirup habis strip buatku. Rasanya langsung naik ke kepala. Enak sekali. Aku terasa seperti melayang. Aku tersenyum nakal ke arah Aldi sambil menjilat bibirku. Aldi menarik badanku ke atas kasur dan mencium bibirku… Ia menjulurkan lidahnya yang hangat ke dalam mulutku. Aku hanya melenguh.

“Mau lagi?” tanyanya sambil meremas-remas buah dadaku.

Aku mengangguk. Ia sisihkan lagi satu baris buatku di atas meja kaca. Tapi, waktu aku mau bergerak untuk menghirup bubuk tersebut kepalaku didorongnya dengan kasar! Aku bingung.

“Nanti dulu! Kamu kok nggak mikirin tuan rumah sih. Kamu nggak kasihan tuh sama si Nadya?” ia menunjuk ke arah bagian pantat Nadya. Aku baru melihat bahwa di sekitar lubang pantatnya menggenang sperma banyak sekali.

“Sana! Kamu bersihin dulu. Baru kamu boleh neken lagi!”

Antara rasa jijik dan pengen dapat bubuk setan itu sekali lagi aku benar-benar bingung. Dengan iri aku melihat Aldi menghirup coccaine yang tadinya untukku.

”Ayo, say, jangan malu-malu!” katanya sambil tertawa mengejek.

Sepertinya aku udah nggak bisa mikir panjang. Aku naik ke atas tempat tidur dan pelan-pelan membuka pahanya Nadya. Banyak sekali sperma yang keluar dari lubang pantatnya. Aku melihat sekali lagi ke Aldi. Ia hanya tersenyum. Aku menundukkan kepalaku sambil membayangkan bagaimana Aldi tadi mengentot pantat istrinya sampai ia muncrat di dalam duburnya yang sempit. Bau khas yang tajam menusuk hidungku.

Aku mulai menjulurkan lidahku dan dengan sedikit ragu-ragu mulai menjilat sperma yang ada di sekitar lubang pantat wanita tersebut. Gila! Aku sudah benar-benar gila! Nggak tahu kenapa sepertinya aku sangat terangsang melakukan ini.

Tidak lama kemudian aku mulai menjilat tanpa ragu-ragu. Nadya benar-benar cewek yang cantik. Pantatnya indah sekali. Penuh dan sekel. Aku benar-benar jadi buas menelan semua spermanya Aldi yang kental itu. Aldi hanya memandangku dengan dingin.

“Ayo, say, di dalam pantatnya masih banyak kok!”

Aku merasa kotor sekali… Menjilati sperma laki-laki yang aku hampir tidak kenal dari lubang pantat istrinya…. Entah kenapa memekku berdenyut-denyut pengen dientot. Aku semakin gila menjilatinya. Aku tusukkan lidahku ke dalam lubang pantatnya Nadya yang licin. Benar saja! Di dalam lubangnya masih ada banyak lagi spermanya Aldi! Aku membuka lubangnya dengan jari-jariku. Keluarlah meleleh peju yang banyak yang langsung kutelan.

Aku dengar Nadya melenguh dalam tidurnya dan mengencangkan otot anusnya. Lidahku terasa terjepit dan aku tusukkan lebih dalam lagi hingga wajahku menempel ke buah pantatnya yang berlendir. Aku memainkan memekku dari luar baju. Aku tidak bisa menghentikan permainan ini. Aku menempelkan bibirku seperti french-kissing dengan lubang pantatnya Nadya. Spermanya Aldi mengalir tanpa hentinya ke dalam mulutku!

”Please give me some coke!” rengekku sambil mendongakkan wajahku. Aku baru sadar kalau Aldi sedang memrekam semuanya dengan handycam yang dia sembunyikan sebelumnya. Aku sudah tidak peduli.

”You can do it better, babe! Ayo terusin!” paksanya sambil mengeluarkan kontolnya yang udah tegang. Aku menjulurkan lidahku dan menusukkannya ke dalam pantatnya Nadya sambil tetap melihat nakal ke kamera. Aku memutar-mutar lidahku di sekitar otot anusnya.

”Please…” rengekku.

Aldi hanya tersenyum. Sambil terus merekam adegan tadi, ia membuka sekantong cocaine dan menaburkannya ke atas batang kontolnya yang ia basahkan dengan ludahnya. Aku langsung melahap kontolnya dengan mulutku. Rasanya nikmat sekali! Aku menyepongnya dengan keras. Aku maju-mundurkan kepalaku sampai terasa kontolnya di tenggorokanku.

”Mpppppppphhhhhh….” aku hanya melenguh… benar-benar high….

Aku mengocoknya sekuat tenaga dan tidak lama kemudian spermanya muncrat ke dalam tenggorokanku. Aku tersedak namun Aldi menahan kepalaku. Aku terbatuk-batuk, hampir kehabisan udara.

Aldi hanya memandangku dengan dingin.

”Bajingan kamu!” umpatku sambil terbatuk-batuk. Aldi hanya tersenyum.

”Ya udah, pergi sana!”

Aku bingung. Mungkin karena aku masih high banget, tapi mungkin juga karena aku tidak pernah diperlakukan sekasar ini.

”Udah keluar sana! Pulang ke suamimu!”

”Bajingan!” umpatku sambil menangis. Dengan muka yang masih basah oleh spermanya aku berlari keluar apartemennya Aldi. Belum pernah aku diperlakukan serendah itu.

TAMAT

4 responses to “Anissa 04 – Lubang Pantat Nadya

  1. kasian btul qm anisa, kisahmu ini bikin kontolku yg tadix tegang jd layu lg. Spertix qm salah dtang kerumah si aldi. Andaikan ke rumahku pasti qm akan rasa gmana sbenarx perempuan hrs dperlakukan !

  2. menjijikan…. sekali bego bgt sih jd cwek.

  3. hai teman teman terutama yg cowo dan sdh maried tpi masih doyan petualangan seks aku suami dan mempunyai isteri cukup cntik usiaku 50 thn isteriku 12 thn lbih muda …..begini aku ko ingin sekali satu saat melihat isteriku berhub.seks dgn laki2 lain dan hal itu pernah terjadi 1 thn lalu kini aku mengundang teman2 cowo yg mau ML dgn isteriku gumana maukan ?jika ya silakan hub emailku saya serius…. trims …

  4. anisa mo ngak gabung ama aq, aq punya smpanan 4 brondong yg lbh nakal dan kuat dari aldi, ntar kita happy bersama aja, call mbak ke 082170319518

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s