Anissa 01 – Office Party, An Affair with My Boss

Copyright 2006, by Slutty Anissa

(Istri Selingkuh, Antar Ras)

Slutty Anissa: Istri muda yang ketagihan selingkuh, yang doyan ngentot dan dientot!

It’s Anissa…

Hi semuanya, my name’s Anissa. Aku seorang cewek Jakarta yang suka sekali sama yang namanya sex – dalam segala bentuk dan rupa! Gak ada salahnya kan? Aku senang sekali kalau memekku ini dimasukkin kontol-kontol yang panjang dan keras… Di blog ini kalian semua akan bisa membaca segala kenakalanku sehari-hari! Kalau jadi horny, salah sendiri yaaa!

Udah horny belom? Jangan malu-malu yaa… kalau mau ngocok kontol kamu atau nyelipin jarimu ke memek kamu yang basah…. kerjain aja!

Kadang-kadang orang emang suka punya banyak prejudice sama cewek Indonesia yang kawin sama bule. Kerasa banget samaku, kalau orang kita emang kadang-kadang mikir kalo cewek kaya’ aku nikah sama bule hanya karena hartanya.

Emang kebetulan Tom, suami tercintaku, bukan orang yang kekurangan. Sebagai expat yang bekerja di bidang marketing suatu perusahaan multi-national dia memang cukup sukses. Akan tetapi, kalau aku ditanya kenapa aku gak kawin sama orang Indonesia aja, alasan uang mungkin buatku alasan yang ke 13 ato 27. Hihihihi… bener-bener gak sebegitu pentingnya buatku.

Yang benar-benar berarti bagiku adalah pandangan Tom terhadap perilaku sex-ku. Jujur aja, aku doyan sex. Aku gak pernah bisa setia 100%. Aku gak akan munafik. Biarpun sudah menikah selama 2 tahun, aku sering banget getting laid sama orang lain. Mungkin orang pada bilang aku ini nymphomaniac, atau perek – but, hey, that’s what I am!

Tentang physical appearance-ku: tinggiku 1,65 meter, tapi aku selalu pakai high-heels yang tinggiii banget dan aku rasa aku cukup langsing untuk masuk ke baju manapun. Bulu memekku selalu kucukur a-la Brazillian. Kalo nggak, aku sisakan segaris yang menunjuk ke arah klitorisku. Oh iya, dan aku suka banget sama tattoo. Anyway, you guys will see it sooner or later….

Office Party – An Affair with My Boss

Dua bulan yang lalu aku memulai affair dengan bosku di kantor. Sebenarnya Peter atau Pete bukan bosku langsung melainkan bos departemen client-service di advertising agency tempat aku bekerja.

Awalnya aku kesel banget sama kelakuannya yang sok merintah-merintah siapa saja kalau dia lagi kesel. Akan tetapi suatu malam, waktu kita habis merayakan masuknya new business ke agency kami, kita satu team pergi ke Wwwok! di Kemang buat sedikit minum-minum.

Mungkin karena bosku stress banget setelah dua atau tiga minggu kerja non-stop, dia sedikit keterlaluan maboknya. Anak-anak kantor seperti biasa cuma ketawa-ketawa saja liat tingkahnya yang tidak bisa berhenti ngajak orang ngobrol kalau sudah mabok.

Tidak ada yang menyadari bahwa dia selalu mencoba untuk merayuku. Dari mulai matanya yang tidak bisa lepas dari cleavage-ku saat berbicara denganku, sampai dengan tangannya yang terkadang mengelus buah pantatku dari luar rok ketatku.

Waktu ia pergi ke toilet pun aku bisa merasakan ereksinya bergesek dengan pahaku. Jujur aku jadi horny juga. Terpikir olehku untuk ke kamar kecil untuk membuka g-string-ku yang sudah lepek banget.

Setelah anak-anak yang lain mulai bubar, aku menawarkan untuk mengantar Pete pulang, mengingat keadaannya yang sedemikian parahnya. Dia setuju dan kami pun menuju pelataran parkir. Waktu itu sudah hampir pagi, jadi tinggal ada mas-mas penjaga parkiran aja yang ada di dekat mobilku.

Pete tidak berhenti juga nyerocos sambil mabok, padahal jalan saja sudah susah dan harus bertumpu di bahuku. Kadang-kadang jahilnya datang dan ia meremas toketku dari luar tank-top yang aku pakai waktu itu. Tukang parkir yang menunggu dekat mobilku tertegun melihat nipple-ku keluar dari bungkusnya karena tertarik sama tangan si pemabok. Aku hanya tersenyum nakal saja. Aku paling suka kalau bikin cowok tersipu-sipu oleh badanku!

Aku menyalakan mobil dan langsung cabut. Tukang parkir tidak kubayar – enak aja, kan udah liat toket gratis! Baru sampai Jalan Prapanca, bosku melepas seatbelt-nya. Aku pertama bingung. Dia ternyata membenamkan mukanya di selangkangan aku, sambil menarik rokku ke atas! Aku hampir menabrakkan mobilku ke trotoar. I was horny as hell!

Sambil terus ngoceh, si bos menjilat pahaku… makin lama makin ke atas…

”Pete, please stop it!” kataku sambil memijit-mijit memekku yang basah dengan merapatkan pahaku.

Dia tidak mempedulikanku! Terus, naik, naik, naik, sampai dekat sekali dengan memekku yang basah…

”I can smell your wet cunt, Anissa!”

Ia berusaha merenggangkan pahaku dan menarik g-string-ku sampai putus di pinggulku. Aku pun merenggangkan pahaku. Terasa mukanya dengan bulu-bulu jenggot pendek yang kasar dibenamkan di antara kedua pahaku.

Lidahnya menjulur-julur ke dalam memekku yang benar-benar sudah banjir! Karena aku harus menyetir mobilku, aku sulit sekali untuk terus mengangkangkan pahaku seperti yang kumau sehingga permainannya terputus-putus. Aku kesel banget!

Untung tidak lama kemudian kami sampai di rumahnya. Mobil kuparkir di jalanan di depan rumahnya.

Saat aku hendak membuka pintuku, ia berkata: ”Babe, sorry, but you can’t come in. My wife’s at home and it would be… you know….”

“Sialan!” Umpatku dalam hati.

Udah dibikin horny gini, sekarang aku gak boleh masuk ke rumahnya! Aku sudah benar-benar butuh dientot banget. Aku tidak akan bisa nunggu sampai rumah untuk dientot sama suamiku. Akhirnya aku nyerah deh!

Aku menghadap ke jendela samping sebelah kanan dan menunggingkan pantatku ke arah si Pete. Dia sedikit bingung sepertinya. Aku angkat rokku keatas dan terpampanglah vagina dan lubang pantatku yang sudah basah dari cairan memekku yang banjir.

”Just fuck me, Pete. Stick your dick up my pussy! Please!” desahku.

Aku tetap duduk menyamping sambil menunggingkan pantatku ke arahnya. Aku sudah masa bodo kalau ada orang yang mungkin bisa memergoki kami. Aku hanya ingin memekku diisi kontol bosku yang keras itu. Sambil menunggu kontolnya menyusup ke memekku, aku memainkan klitorisku dengan jari-jariku, sambil membuka lebar lubang kenikmatanku.

Aku mendengar resletingnya dibuka. Tak lama kemudian, kontol raksasanya Pete masuk dengan satu sentakan ke dalam memekku yang super-licin.

”Ooohhhh god!” gumamku.

Bosku hanya menggeram sambil mengeluarmasukkan kontolnya dengan kasar sekali. Terasa panjangnya… Bisa kurasakan setiap urat-urat yang ada di kontolnya, seakan membuat memekku semakin lebar. Tidak lama kemudian kontolnya menegang keras dan berdenyut-denyut.

”Keluarin di dalam, Pete… Fill me up with your cum, baby!” aku meracau tidak jelas.

Terasa semburan demi semburan memenuhi rahimku, mengalir keluar dan meleleh ke pahaku. Bosku langsung mencabut kontolnya. Terdengar bunyi ’plop’.

Si bajingan itu langsung menutup resleting celananya dan keluar dari mobilku, meninggalkanku dengan memek basah kuyup penuh dengan spermanya dalam posisi menungging seperti pelacur. Aku melihat bagaimana ia sempoyongan masuk ke dalam rumahnya.

Aku mengumpat tapi apa boleh buat? Tidak lama kemudian, aku menurunkan rokku dan memacu mobilku ke arah rumahku sendiri. Sepanjang jalan sperma bosku terus mengalir keluar dari lubang vaginaku. Di setiap lampu merah aku masukkan jariku ke dalam liang memekku. Kubersihkan sisa-sisa spermanya dari jariku dengan mengisap-isap jariku sampai bersih. Aku membayangkan sedang menyepong kontolnya si Pete yang gede itu.

Tom, suamiku membukakan pintu rumah. Rupanya dia sudah sempat tertidur.

”Wow! What happened to you? You’re a mess! Are you okay, baby?” sepertinya ia sedikit khawatir melihat penampilanku.

”Nggak apa-apa kok, baby! Aku cuma abis dipake sama bosku,” jawabku nakal sambil berjalan ke kamar tidur kami sambil mengayunkan pinggul, ”I’ll tell you all about it, while you fuck my ass ’til I cum… You wanna do that?”

TAMAT

2 responses to “Anissa 01 – Office Party, An Affair with My Boss

  1. nice… liberalisme on the move..
    next story…

  2. ceritanya ni ce realistis banget ya…
    berbakat ngarang emang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s